Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

16 Tahun Menunggu Status Negeri, MA Bilingual Kota Batu Kini Jadi MAN Filial

Aditya Novrian • Minggu, 22 Februari 2026 | 12:30 WIB

16 tahun perjalanan MAN ll Kota Batu akhirnya menjadi negeri. (Radar Batu)
16 tahun perjalanan MAN ll Kota Batu akhirnya menjadi negeri. (Radar Batu)

BATU - Penantian panjang Madrasah Aliyah Bilingual Kota Batu akhirnya berbuah kepastian. Setelah 16 tahun berdiri, lembaga itu resmi berstatus MAN 2 Kota Batu filial dari MAN Kota Batu. Namun, operasionalnya belum sepenuhnya berjalan karena masih menunggu arahan teknis dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur serta proses studi tiru.

Penetapan status filial itu merujuk pada Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 10901 Tahun 2025 tentang Penetapan Madrasah Induk dan Filial Provinsi Jawa Timur yang ditandatangani pada 30 Desember 2025.

Kepala MA Bilingual Kota Batu yang kini berstatus MAN 2 Kota Batu filial, Tri Sulistyowati, mengatakan sejak awal madrasah tersebut memang disiapkan sebagai lembaga pendidikan negeri. “Saat didirikan pada 2010 namanya MA Persiapan Negeri, lalu pada 2012 berubah menjadi MA Bilingual,” ujarnya.

Upaya memperoleh status negeri dimulai sejak 2014. Pada tahun itu, madrasah juga meraih akreditasi A. Meski demikian, pengajuan penegerian belum disetujui karena regulasi terkait sistem filial belum memungkinkan. “Sejak 2014 kami rutin mengajukan penegerian setiap dua tahun sekali, tetapi belum berhasil,” katanya.

Proses panjang itu berlanjut hingga 2022-2023. Saat itu, lebih dari 1.500 sekolah mengajukan penegerian, dengan 155 madrasah dinilai berpeluang disetujui, termasuk MA Bilingual Kota Batu. Direktur KSKK Kementerian Agama bahkan sempat melakukan peninjauan langsung ke lokasi.

Namun dinamika kebijakan nasional turut memengaruhi proses tersebut. Menurut Tri, pergantian pimpinan pascapemilihan Presiden membuat pengajuan belum dapat diproses pada akhir 2024 hingga awal 2025.

Titik terang muncul pada akhir 2025. Pihak madrasah mengajukan dua skema sekaligus, yakni pendirian madrasah baru atau filial dan penegerian. Namun, MA Bilingual memilih jalur filial. “Kami sempat bertemu Direktur KSKK dan memohon agar proposal segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Selang sepekan, pihak sekolah bersama Kantor Kementerian Agama Kota Batu mendatangi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam di pusat. Hasilnya, pengajuan disetujui dan SK resmi ditandatangani pada 30 Desember 2025. “SK turun sebagai MAN 2 Kota Batu berstatus filial,” kata alumnus Universitas Negeri Malang tersebut.

Meski menjadi kabar baik, operasional madrasah filial belum berjalan penuh. Tri menyebut pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur serta rencana studi tiru. Model perjalanan MA Bilingual dinilai tidak lazim karena berawal dari swasta lalu menjadi filial. “Biasanya dari filial baru menjadi negeri. Kami justru swasta-filial, dan harapannya nanti bisa menjadi negeri mandiri,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Batu Siti Nur Jamilah mengatakan pembentukan madrasah filial merupakan strategi ekspansi layanan pendidikan. Ia menegaskan MA Bilingual tidak berdiri sebagai MAN mandiri, melainkan perpanjangan dari MAN Kota Batu sebagai madrasah induk.

Menurutnya, MAN Kota Batu telah memenuhi seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan, mulai sarana prasarana, gedung, tenaga pendidik, hingga fasilitas pembelajaran. Di sisi lain, animo masyarakat terhadap pendidikan madrasah aliyah terus meningkat.

Ia menambahkan, pengusulan madrasah negeri mandiri membutuhkan proses panjang. Karena itu, model filial dinilai menjadi solusi percepatan perluasan akses pendidikan. “Secara formal filial adalah cabang, secara awam bisa disebut kelas jauh,” jelas alumnus Universitas Islam Malang tersebut.

Keberadaan MA filial ini diharapkan mampu memperluas akses pendidikan madrasah sekaligus meningkatkan mutu layanan pendidikan tingkat aliyah di Kota Batu. “Terutama untuk menjawab tingginya permintaan orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di madrasah,” pungkasnya. (dia/dre)

 

Disunting kembali oleh Intan Nurlita Dewi

Editor : Aditya Novrian
#madrasah aliyah #ma bilingual #Madrasah Aliyah Negeri (MAN)