Sebelum pemerintah merealisasikan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pondok Pesantren Al-Furqon Muhammadiyah (PPAM) Kota Batu sudah menerapkan konsep serupa sejak 2021 lalu. Tak hanya fokus pada makanan, santri juga dijamu minuman sehat berupa jus buah dan susu segar.
SEBANYAK 113 santri Pondok Pesantren Al-Furqon Muhammadiyah (PPAM) Kota Batu lebih dulu menikmati program makan bergizi sejak 2021 lalu. Bertepatan dengan dimulainya operasional pondok pesantren (ponpes) tersebut. Bahkan tidak hanya fokus makanan bergizi saja, minuman yang disajikan di sana pun diperhatikan.
Ratusan santri itu setiap hari juga menikmati minuman sehat. Baik berupa susu segar maupun jus buah. Pilihan menu minuman sehat itu disajikan secara bergantian setiap harinya. Para santri menikmati makan bergizi sebanyak tiga kali dalam sehari. Yakni sarapan pada pukul 07.00, makan siang pukul 12.00, dan makan sore pukul 17.00.
Masakan yang disajikan kepada para santri selalu fresh. Sebab, makanan dimasak maksimal tiga jam sebelum makan. Seperti sarapan yang diolah pukul 04.00, makan siang yang diolah pukul 09.00, dan makan sore yang diolah pukul 15.00. Menu yang disajikan pun tak sembarangan. Pilihan pangan yang diolah juga diorientasikan untuk memenuhi gizi santri.
Sayuran menjadi menu wajib. Sementara, lauk pauk berupa daging ayam, daging sapi, atau ikan disajikan secara bergantian. Selain lauk utama berupa daging, ada lauk pendamping seperti telur, tempe, dan tahu. “Olahan makanan kami buat agar santri lahap dan tak pilih-pilih makanan,” ujar KH Arif Saifuddin MA, Pengasuh PPAM Kota Batu.
Dari pantauan wartawan Jawa Pos Radar Batu pada 9 Oktober lalu, para santri tampak lahap menyantap soto dan jus sirsak sebagai menu makan bergizi saat itu. Para santri duduk berbaris memanjang dengan secangkir plastik berisi jus sirsak di depannya. Di samping gelas juga ada beberapa snack berupa kue dan susu kemasan.
Ada lima orang yang bertugas menyiapkan makanan untuk 113 santri PPAM Kota Batu. Lima orang itu khusus dapur. Sebab, petugas bagian belanja dan logistik disiapkan khusus. Mereka sudah dibekali kompetensi yang berkaitan dengan tugas masing-masing. Misalnya, petugas belanja sudah sangat paham bagaimana cara memilih bahan pangan yang baik.
Dengan begitu keamanan bahan pangan terjamin sejak sebelum diolah. Termasuk ketika membeli daging ayam, sapi, atau kambing, petugas harus memastikan proses penyembelihannya sesuai dengan syariat Islam. Sehingga, PPAM sudah memiliki tempat khusus yang menjadi langganan membeli daging tersebut.
“Untuk susu berasal dari Koperasi Susu Mitra Bakti asal Kecamatan Junrejo,” tutur Arif. Dia menambahkan sejauh ini santri cukup senang dengan menu-menu yang disajikan. Itu tampak dari menu yang selalu habis dilahap mereka. “Malah yang awalnya tidak suka sayur jadi latihan dan mulai terbiasa mengonsumsinya,” imbuhnya.
Selain memastikan gizi terpenuhi dari makanan pokok, PPAM Kota Batu juga memastikan aneka kudapan yang dijual di kantin juga sehat dan aman konsumsi. Tidak ada makanan dengan warna yang terlalu mencolok, mengandung penyedap rasa berlebihan, serta pengawet. “Sebab makanan yang dijual di kantin juga mayoritas merupakan titipan dari orang tua santri,” pungkasnya. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho