BATU - Kesejahteraan seolah jalan terjal yang harus dilalui guru madrasah di Kota Batu. Dari 630 guru mulai jenjang Raudhatul Athfal (RA) setara TK, Madrasah Ibtidaiyah (MI) setara SD, Madrasah Tsanawiyah (MTs) setara SMP, dan Madrasah Aliyah (MA) setara SMA, baru 186 yang menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG).
Itu artinya hanya 29,5 persen guru yang menerima tunjangan tersebut. Minimnya penerima TPG selaras dengan sulitnya mengakses program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan (Daljab). Sebab, tak ada kuota khusus yang diberikan ke daerah. Sehingga, peserta yang mendaftar harus bersaing dengan guru lain se-Indonesia.
Selama ini guru-guru dengan usia paling tua yang menjadi prioritas. Maka wajar jika banyak guru madrasah dari Kota Batu yang tertolak meski masa kerjanya sudah lama. Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Batu Siti Nur Jamilah menegaskan seleski PPG Daljab langsung ditangani pemerintah pusat.
Dia menyampaikan 186 penerima TPG terdiri atas 73 guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), 16 guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan 97 guru berstatus non-Aparatur Sipil Negara (ASN). “Selain itu, ada dua pengawas yang menerima TPG karena sebelumnya mereka adalah guru juga,” ujarnya.
Jamilah meyampaikan jumlah guru yang telah mengantongi sertifikat pendidik tahun ini sudah meningkat signifikan. Itu berkat banyaknya guru yang lolos seleksi PPG Daljab pada batch I dan II yang digelar Januri dan Mei lalu. Dalam PPG Daljab batch I ada 55 guru yang lolos seleksi. Sedangkan, dalam PPG Daljab batch II ada 110 guru yang lolos seleksi.
Kendati telah mengantongi sertifikat pendidik, mereka tak bisa langsung mendapatkan TPG. Sebab, TPG baru bisa diajukan satu tahun setelah PPG Daljab. Itu pun kalau pengajuannya diterima. Sebab, sertifikat pendidik hanya satu dari sekian banyak syarat lainnya. Seperti memiliki Nomor Registrasi Guru (NRG) hingga memenuhi minimal jam mengajar.
“Yang jelas harus aktif mengajar yang dibuktikan dengan aktivitas di Sistem Informasi Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Agama (Simpatika),” ungkapnya. Selain itu, guru juga harus mengajar bidang ilmu yang linier dengan sertifikat pendidiknya.
Lebih lanjut Jamilah menyampaikan baru ada sekitar 350 guru yang telah sertifikasi alias mengantongi sertifikat pendidik. Itu sudah termasuk guru yang baru saja menjalani PPG Daljab pada batch I dan II tahun ini. Dirinya berharap jumlah guru yang lolos seleksi PPG Daljab batch III akan semakin banyak. Sehingga, semua guru madrasah bisa tersertifikasi.
Sulitnya mengantongi sertifikat pendidik diakui Wakil Kepala Bidang Kurikulum MI Al Hidayah Qurrota A'yun. Dia mengaku hanya memiliki satu guru saja yang telah sertifikasi. Sementara, sembilan guru lainnya masih belum. Padahal mereka bukanlah guru baru. Bahkan, ada yang sudah mengajar selama sembilan tahun lebih.
"Dua guru kami yang mengajar kelas V dan VII ada yang Terhitung Mulai Tanggal (TMT)-nya sejak 2016. Bahkan untuk PPG batch III ini juga belum terkonfirmasi," terang A'yun. Padahal PPG batch III ini akan memprioritaskan guru agama dan guru kelas di jenjang MI. Sementara, sisa guru yang ada diangkat paling lambat 30 Juni 2023 lalu.
Jika merujuk kepada masa kerja, mereka semua sudah memenuhi syarat untuk mengikuti program tersebut. Sayangnya, mereka tampaknya juga masih belum beruntung dalam PPG Daljab batch III. Hal yang sama juga dialami MI As Salam. Madrasah tersebut juga baru memiliki satu guru yang sudah tersertifikasi. Yakni guru Pendidikan Agama Islam (PAI).
Sementara, tujuh guru lainnya belum sertifikasi. Kepala MI As Salam, Muhammad Fuad Arifudin mengatakan bahkan guru yang sudah mengajar selama delapan tahun pun belum bisa mengikuti PPG Daljab tahun ini. “Yang lolos dalam PPG Daljab batch I dan II lalu rata-rata guru kelahiran 1980-an,” tandasnya.
Hal yang sama juga dialami MTs Al-Hidayah. Hanya satu guru mata pelajaran (mapel) Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang telah mengantongi sertifikat pendidik. Itupun masih dalam proses. Sebab, guru tersebut baru lolos PPG Daljab batch II. Saat ini guru tersebut masih menunggu sertifikatnya turun.
Wakil Kepala Bidang Kurikulum MTs Al Hidayah Renita Esfazza mengatakan sebenarnya ada satu guru lain yang sudah terverifikasi Kankemenag Batu dan Kanwil Kemenag Jawa Timur untuk mengikuti program PPG. Sayangnya, guru PAI yang terverifikasi tersebut belum mendapatkan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). (dia/dre)
Editor : A. Nugroho