BATU - Lulusan SMA/SMK/MA baik negeri maupun swasta masih bingung terkait tata cara mengakses program seribu sarjana di Kota Batu. Padahal program tersebut sudah diluncurkan 2 Mei lalu. Sekolah jenjang menengah atas mengaku masih belum ada komunikasi, petunjuk teknis (juknis), atau Surat Edaran (SE) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terkait hal itu.
Sementara, animo lulusan SMA/SMK/ MA yang ingin kuliah dengan beasiswa tersebut cukup tinggi. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Negeri Kota Batu Anto Dwi Cahyono meminta agar segera ada prosedur yang jelas untuk bisa mendapatkan program seribu sarjana tersebut. Apalagi program beasiswa ke perguruan tinggi sebelumnya sudah dihapus. Sehingga, mulai tahun ini sudah tidak ada lagi lulusan SMA/SMK/MA yang mendapatkan beasiswa tersebut.
“Banyak siswa kami yang menanyakan (program seribu sarjana). Kami belum bisa mengarahkan,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Kepala SMAN 1 Batu itu. Sebab, masih kata Anto, belum ada komunikasi, juknis, dan SE yang ia diterima terkait program itu.
Namun, dia cukup maklum. Sebab, Pemkot Batu hanya punya kewenangan untuk menjalankan pendidikan dasar. Mulai dari PAUD, SD, hingga SMP. Sementara, untuk SMA/SMK/MA menjadi ranah Pemerintah Provinsi (Pemprov).
Anto berharap Pemkot Batu segera membuka dialog dengan Pemprov untuk kelangsungan program yang sudah banyak dinantikan masyarakat tersebut. Pihaknya meminta agar ada timeline pendaftaran, ketentuan, dan persyaratan yang dipublis Pemkot Batu. Dia berharap lulusan tahun ajaran 2024/2025 masih diberi kesempatan untuk mengakses program tersebut. Kendati proses Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) sudah selesai. Baik di jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), maupun jalur mandiri.
Terpisah, Subbag Umum Kepegawaian Disdik Kota Batu Dwi Jaya membenarkan tingginya animo lulusan SMA/SMK/MA yang ingin mendaftar beasiswa program seribu sarjana. Sayangnya, mereka belum bisa mengaksesnya langsung. Sebab, bantuan pendidikan itu akan diberikan bagi mahasiswa yang telah menempuh pendidikan di perguruan tinggi minimal satu semester.
Selain itu, pelamar beasiswa wajib memiliki IPK minimal 3,25 dengan skala nilai 4. “Yang paling penting pelamar beasiswa harus asli warga Kota Batu dan tidak sedang menerima beasiswa lainnya seperti KIP-K dan sejenisnya,” ucapnya. Universitasnya juga harus yang telah bekerja sama dan teken MoU dengan Pemkot Batu.
Dwi mengaku sudah mengantongi 200 calon penerima beasiswa. Saat ini sedang dalam tahap verifikasi.
(ori/dre)
Editor : A. Nugroho