BATU - Pendaftaran rekrutmen pegawai Sekolah Rakyat (SR) sudah ditutup 1 Juni lalu. Namun, pendaftarnya masih minim. Dari 162 formasi yang dibuka hanya ada 150 pelamar saja. Jika semua pelamar memenuhi kualifikasi, artinya masih ada kekurangan 12 orang.
Proses pendaftaran langsung ditangani Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Timur (Jatim). Sedangkan, proses seleksinya akan ditangani Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia (RI). Sehingga, 162 formasi pegawai tersebut merupakan kebutuhan untuk tiga SR di Jatim yang akan beroperasi tahun ajaran baru 2025/2026 ini.
Tiga SR tersebut di antaranya di UPT Panti Perlindungan dan Pelayanan Sosial Petirahan Anak (PPSPA) Bima Sakti Kota Batu, Balai Diklat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kota Malang, dan SMK Maritim Lamongan.
Plt Kepala UPT PPSPA Bima Sakti Batu Yudho Kisworo mengungkapkan rekrutmen pegawai yang dilakukan di luar formasi tenaga guru. Sebab, rekrutmen tenaga guru akan ditangani Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI. Termasuk kebutuhan guru agama yang akan ditangani Kementerian Agama (Kemenag) RI.
“Rekrutmen tenaga pendukung memang diserahkan kepada Kemensos RI,” jelasnya. Kualifikasi utama calon pegawai yakni berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. Baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Pelamar yang berstatus PPPK paro waktu akan punya peluang diterima yang lebih besar. Sebab, mereka akan diprioritaskan. Tujuannya untuk akselerasi perubahan status kepegawaian dari PPPK paro waktu menjadi PPPK penuh waktu.
Kabid Penanganan Fakir Miskin dan Pemberdayaan Sosial Dinsos Jatim Amiruddin mengatakan setiap SR di masing-masing daerah membutuhkan 54 pegawai. Mulai untuk formasi tata usaha, bendahara, operator sekolah, wali asuh, wali asrama, hingga satpam.
“Mereka diminta menyerahkan sejumlah berkas sebagai syarat administrasi hingga Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai ASN,” tegasnya. Setelah lolos, pelamar langsung lanjut ke seleksi wawancara. Baru kemudian pengumuman final hasil seleksi.
Pelamar tidak melewati Computer Assisted Test (CAT) karena dianggap sudah berpengalaman. Proses seleksi berjalan seperti rekrutmen pada umumnya. Termasuk memiliki kualifikasi akademik minimal sarjana atau strata 1 dengan bidang linier untuk posisi bendahara dan operator sekolah. Sedangkan, untuk posisi cleaning service, satpam, dan juru masak cukup lulusan SMA sederajat saja.
Amir menyebut mayoritas pendaftar didominasi fresh graduate. Bahkan mereka tidak memiliki pengalaman di bidang yang dibutuhkan. “Dari 150 pelamar hanya 10 saja yang statusnya ASN. Itu tidak semua ASN Pemprov Jatim,” imbuhnya.
Dirinya mengaku masih belum mengetahui bagaimana kebijakan selanjutnya melihat kenyataan hasil pendaftaran yang demikian. Kendati pemenuhan tenaga di SR akan tetap dilakukan dengan optimal. “Minggu ketiga nanti diumumkan,” pungkasnya.
(ori/dre)
Editor : A. Nugroho