BATU - Sejumlah SMP negeri di Kota Batu memastikan tak akan menggelar wisuda tahun ini. Kegiatan wisuda akan diganti dengan syukuran yang dilakukan di lingkungan sekolah secara sederhana. Seperti yang akan dilakukan SMPN 2 Kota Batu.
Ida Misaroh, sang kepala sekolah mengatakan wisuda tahun ini rencananya digelar di Hotel Purnama. Namun, agenda itu sudah resmi dibatalkan. Tepatnya setelah adanya larangan keras terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Perempuan berusia 56 tahun itu telah sepakat untuk menggantinya dengan syukuran secara sederhana yang digelar di sekolah. Sejauh ini kegiatan wisuda dikoordinatori paguyuban orang tua siswa dibantu komite sekolah. Mereka akan menyepakati sendiri terkait besaran iuran, mekanisme pembayaran, dan pengalokasian dananya.
Para guru akan hadir sebagai tamu undangan saja. Kegiatan seremonial penyerahan Surat Tanda Kelulusan (SKL) akan tetap dilakukan. Termasuk pemberian apresiasi kepada siswa berprestasi.
“Kegiatan syukuran ini akan focus mengapresiasi prestasi siwa baik dalam akademik maupun nonakademik,” tegasnya.
Acara syukuran dengan orang tua akan digelar pada 2 Juni nanti. Sedangkan, acara perpisahan khusus siswa bakal dilaksanakan 5 Juni mendatang. Kegiatan tersebut akan diikuti 307 siswa kelas 9.
Ida menambahkan larangan pelaksanaan wisuda di hotel berdampak baik. Sebab, orang tua bisa fokus menyiapkan biaya untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sementara, untuk iuran yang terlanjur dibayarkan akan dikembalikan ke orang tua siswa.
Senada dengan itu, Kepala SMPN 1 Batu Tatik Ismiati juga akan menggelar syukuran sederhana untuk mengganti wisuda. Kegiatan itu akan dilaksanakan 20 Juni mendatang dan diikuti 640 peserta.
“Jadi ada 320 siswa kelas 9 dan 320 orang tua yang hadir,” ujarnya.
Editor : A. Nugroho