Kuota yang Semula 75, Kini Bertambah Menjadi 150
BATU - Pendaftaran Sekoah Rakyat resmi diperpanjang hingga 11 Mei mendatang.
Alasannya, masih ada 56 kuota siswa baru yang belum terisi pada periode pendaftaran 1-30 April lalu.
Kendati masih kekurangan banyak siswa baru, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu malah menaikkan kuota penerimaannya hingga dua kali lipat.
Dari yang sebelumnya hanya 75 menjadi 150 kuota.
Artinya, pada periode perpanjangan waktu pendaftaran 1-11 Mei mendatang, Pemkot Batu punya PR untuk memenuhi 131 kuota siswa baru yang masih kosong.
Beruntung, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batu sudah kembali menerima 16 siswa baru berkat kerja sama dengan sejumlah panti asuhan.
Lilik Fariha, sang kepala dinas mengaku sebenarnya telah mengantongi 25 nama calon siswa baru dari panti asuhan.
Namun, setelah proses verifikasi hanya 16 anak saja yang memenuhi kualifikasi.
Seperti masuk kategori desil satu dan dua dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan sudah berusia 11 tahun.
Dia mengaku perpanjangan waktu pendaftaran juga sekaligus menunggu hasil verifikasi 600 KK dari DTSEN tuntas.
Itulah mengapa dia optimistis 150 kuota yang dibuka akan bisa terpenuhi.
Sebab, dia menilai masih banyak peluang adanya lulusan SD yang masuk kategori desil satu dan dua dalam DTSEN dari 600 KK yang kini sedang dalam tahap verifikasi.
Apalagi penjajakan kerja sama dengan panti asuhan mulai membuahkan hasil.
Dengan tambahan 16 calon siswa baru, saat ini kuota yang masih terbuka yakni sebanyak 115 kursi.
Penambahan kuota itu juga mengacu hasil kajian Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terkait daya tampung siswa.
Hasilnya, kondisi gedung, fasilitas, sarana, dan pra sarana dinyatakan layak dan mampu menampung 150 siswa baru.
Kajian itu dilakukan melalui survei langsung ke lokasi Sekolah Rakyat di UPT PPSPA Bhima Sakti Kota Batu.
“Jadi nanti angkatan pertama ini akan ada enam rombongan belajar (rombel). Setiap rombelnya akan diisi 25 anak,” ujar Lilik.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Batu Dewi Kartika meminta Dinsos memaksimalkan kembali upaya sosialisasi kepada masyarakat.
Apalagi, dengan adanya penam bahan kuota yang dilakukan.
Artinya target pemenuhan kuota lebih berat.
“Sosialisasi harus langsung menyentuh tingkat paling bawah yakni RT, RW, hingga kelurahan,” tegasnya.
Dewi juga meminta Pemkot Batu untuk mengebut upaya perbaikan sarana dan prasarana Sekolah Rakyat.
Jika kuota ditambah maka kesiapan Sarpras juga perlu ditingkatkan.
“Jangan hanya mengejar kuota saja. Kesiapan anggaran operasional juga perlu diperhatikan,” tandasnya. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho