BATU - Jumlah siswa eligible dari Kota Batu yang lolos jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) turun drastis.
Dari 1.363 siswa eligible, hanya 141 saja yang lolos.
Padahal tahun 2024 lalu ada 797 siswa lolos di jalur tersebut dengan jumlah siswa eligible yang sama (baca grafis).
Artinya, jumlahnya merosot hingga 82 persen jika di bandingkan tahun lalu.
Sebagai informasi, hasil SNBP sudah diumumkan Selasa lalu (18/3).
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Negeri Kota Batu Anto Dwi Cahyono menyampaikan mayoritas yang lolos SNBP berasal dari SMA negeri.
“Dari SMAN 1 Batu ada 34 siswa, SMAN 2 Batu seba nyak 16 siswa, dan SMAN 3 Batu ada 17 siswa,” ujarnya.
Sementara, sisanya berasal dari SMA swasta.
Anto menyebut kebanyakan dari mereka diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Kota Malang.
Seperti Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), dan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.
“Sisanya tersebar di beberapa kota lain. Seperti Surabaya dan Jogyakarta,” ujarnya.
Kasi SMA dan PKLPK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kota Malang dan Kota Batu M Asrofi meminta agar siswa eligible yang lolos SNBP tak mengundurkan diri.
Jika itu terjadi, mereka tidak bisa mendaftar di jalur lain.
Seperti jalur SNBT dan jalur mandiri.
“Data siswa yang diterima sudah terkunci. Jadi otomatis harus diambil,” terangnya.
Selain itu, Asrofi mengim bau siswa yang belum lolos untuk tak patah semangat.
Sebab, mereka masih bisa mendaftar melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) dan mandiri.
Bahkan, mereka juga masih berkesempatan untuk mendaftar di Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
Asrofi meminta sekolah untuk mulai mempersiapkan siswanya mendaftar SNBT.
Misalnya dengan mengadakan bimbingan intensif untuk pendalaman materi SNBT melalui bedah soal.
“Bahkan sekolah juga bisa mengadakan try out untuk menggali pemahaman materi siswa,” tandas dia. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho