BATU, RADAR BATU - Timnas putri Indonesia berhasil mengamankan tiket final Asian Games Aichi-Nagoya cabor modern pentathlon dan teqball. Caroline Bangun, yang akan maju ke final pentathlon putri dan Sumaya, atlet teqball putri.
Putaran final akan berlangsung besok, Minggu (20/9) dengan harapan bisa menjadi medali pertama untuk Indonesia.
“Ada peluang dua emas untuk Indonesia besok, dari pentathlon dan teqball. Sekarang kita mengharapkan doa dari masyarakat Indonesia. Dari doa itu, yang tidak mungkin bisa terjadi,” ujar Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, mengutip laman TVRI News (19/9).
Caroline memiliki catatan waktu yang fantastis, terutama pada disiplin obstacle (lintasan rintangan), dengan hanya menghabiskan waktu 32,26 detik. Ketiga disiplin lain pada pentathlon yaitu duel anggar, renang, dan balapan laser run (kombinasi lari dan menembak) pun sukses luar biasa dan membawanya ke peringkat 6 besar.
Semifinal pentathlon di Anjo Sports Park, Aichi (17/9) membawakan Caroline 1349 poin, menyandingkan Indonesia bersama pasukan negara elit.
Performa teqball putri Indonesia tak kalah mengagumkan. Sumaya tampak terus unggul menghadapi berbagai lawan pada fase awal dan semifinal. Ia menargetkan medali emas dan akan memberikan yang terbaik.
“Kepercayaan dirinya sudah tinggi, terutama ketika unggul jauh dari lawan, Dia coba beberapa serangan kira kira yang bisa dipakai san dipatenkan untuk pertandingan selanjutnya,” ungkap Fitrah Muhammad, pelatih teqball Indonesia yang memuji penampilan atlet asal Riau tersebut, RRI (19/9).
“Saya akan menjaga fokus, memperbaiki yang kurang dan memberikan yang terbaik. Saya harus yakin karena target saya adalah medali emas dan bisa cetak sejarah,” ujar Sumaya, RRI (19/9).
Sumber : diolah dari berbagai sumber