BATU, RADAR BATU - Kekacauan yang terjadi di sirkuit Zandvoort akan dievaluasi oleh F1. Peninjauan ulang terkait prosedur awal dan kondisi lintasan yang bervariasi saat di Dutch GP telah dikonfirmasi Pierre Gasly.
Kondisi trek Zandvoort minggu lalu cukup lembab, walaupun sudah terdapat sisi kering saat balapan dimulai. Namun, genangan air masih tersimpan di tikungan terakhir.
Gasly berada di posisi 10 besar balapan saat itu, menjadi saksi langsung betapa bahayanya kondisi tersebut.
“Itu adalah sisi yang paling basah, sangat sulit ketika hanya untuk keluar dari tikungan 13. Mobil Max tiba tiba kehilangan kendali sangat besar di bagian yang basah, dan dia tidak bisa mengembalikannya,” ujar Gasly, mengutip laman Crash.net (29/09/2026).
Max Verstappen tergelincir dan menghantam tembok yang menyebabkan dirinya DNF, dan disusul Gabriel Bortoletto, pembalap Audi yang membuat kepulan asap karena mobilnya berputar 360 derajat. Beruntungnya, Bortoletto masih bisa melanjutkan balapan.
Race Director FIA sebenarnya berwenang mengubah prosedur start disaat kondisi yang sulit, seperti cuaca buruk, hujan deras maupun kecelakaan. Namun, balapan minggu lalu dimulai dengan prosedur start seperti biasa, standing start dengan Formation lap yang dipimpin oleh safety car.
“Menurut Saya, seharusnya kami melewati tikungan terakhir dengan banking itu setidaknya satu kali dengan safety car sebelum memulai balapan secara normal,” ujar Gasly, Crash.net (29/09/2026).
Sumber : diolah dari berbagai sumber