Terdampak Kabut Asap Karhutla, Brunei dan Malaysia Bawa Kasus Kabut Asap ke ASEAN

Hawwa Aulia Nur • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:35 WIB
PM Malaysia saat mengusulkan membawa kasus karhutla ke ASEAN. Sumber: Instagram.
PM Malaysia saat mengusulkan membawa kasus karhutla ke ASEAN. Sumber: Instagram.

BATU, RADAR BATU – Kebakaran besar di Kawasan Hutan dan Lahan (Karhutla) Kalimantan tidak hanya berdampak pada masyarakat di Kalimantan saja. Besarnya intensitas kebakaran ini turut menyelimuti beberapa daerah di Brunei Darussalam dan Malaysia dengan kabut asap yang berpotensi menimbulkan resiko gangguan pernafasan dan pengelihatan. 

Berdasarkan Data Air Pollution Index Management System (APIMS) Malaysia, tingkat pencemaran udara di Serian, Serawak telah mencapai 190 pada Sabtu (22/8/2026) lalu. Sedangkan 10 Daerah lain di Malaysia turut mengalami polusi udara dalam rentang kualitas 150 hingga 182. Tingkat polusi tersebut mengindikasikan kualitas udara yang tidak sehat.

Baca Juga: Polusi Udara sebagai Faktor Ancaman Ganda: Dampak Pada Kesehatan Tubuh dan Mental 

Dalam menangani masalah polusi udara tersebut, kedua negara tetangga tersebut memilih untuk mengatasinya melalui mekanisme ASEAN. Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim telah berdiskusi dengan Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah untuk menyelesaikan perkara tersebut. 

"Kami berdua sepakat bahwa mekanisme ASEAN merupakan opsi terbaik. Kami telah meminta Menteri Luar Negeri Datuk Seri Mohamad Hasan untuk menangani persoalan ini," ujar PM Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim pada konferensi pers di Brunei pada Minggu (23/8/2026) lalu. Dilansir dari CNBC News. 

Baca Juga: Gunung Arjuno-Welirang Ditutup Sementara seusai Kebakaran Tahura Raden Soerjo

Diskusi antara Perdana Menteri Malaysia dan Sultan Brunei Darussalam tersebut dilaksanakan pada Pertemuan Konsultasi Tahunan Pemimpin ke-27 (27th Annual Leaders' Consultation/ALC-27) yang digelar pada Sabtu (22/8/2026). Adapun kunjungan Perdana Menteri Malaysia ke Brunei Darussalam tersebut berlangsung selama 2 hari. 

Pada Jumat (21/8/2026), Menteri Luar Negeri Malaysia telah mengumumkan bahwa Malaysia akan menempuh jalur diplomatik ASEAN untuk menemukan solusi dari kabut dampak Karhutla. Ia juga menyampaikan bahwa Malaysia akan segera mengirimkan surat resmi pada Sekretariat ASEAN secepatnya.

 

 

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari beberapa sumber
Brunei Darussalam Asap Karhutla ASEAN Brunei dan Malaysia malaysia