Akbar Dwi Affandi mempersiapkan diri secara mandiri selama dua tahun.
Lantas ia lanjutkan berlatih intensif selama enam bulan.
Namun, ia merasa masih belum cukup untuk menguasai semua teknik gerakan wushu.
NAHDIATUL AFFANDIAH
AKBAR Dwi Affandi merupakan atlet dari Kota Batu yang juga berhasil menyumbang medali emas dari ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 di Aceh dan Sumatera Utara pada 9-20 September lalu.
Dia atlet cabang olahraga (cabor) wushu duilian.
Affandi tak berlaga sendirian.
Melainkan ditemani dua atlet lainnya yakni Nicholaus Karanka Adinugroho dan M Zaki Ikbar Ramadhan
Namun, dua anggota tim itu berasal dari daerah lain.
Hanya Affandi yang merupakan atlet dari Kota Batu.
Pria berusia 20 tahun itu masih tak menyangka bisa mengumpulkan skor nilai sebanyak 9.366.
Meski itu tak lepas dari kerja kerasnya dalam berlatih selama ini.
Itu lantaran ia masih tak percaya diri dengan satu teknik yang sukar ia kuasai.
Yakni gerakan lompat indah.
Bahkan Affandi baru menguasainya satu bulan sebelum pertandingan.
Atlet asal Kecamatan Temas itu menilai wushu memang salah satu kategori seni bela diri yang unik.
Pasalnya, banyak gerakan yang perlu dikuasai.
Gerakan itu sebenarnya tak asing.
Sebab, sebagian besar bisa dilihat dalam film Kung Fu.
Itulah yang membuat teknik gerakan wushu susah-susah gampang untuk dikuasai.
Kendati begitu, penampilan Affandi dan dua temannya cukup memukau.
Rangkaian seni gerakan bela diri itu disuguhkan menjadi harmoni yang indah dalam satu menit.
Atraksi saling pukul, saling tendang, hingga lompatan-lompatan menghindari serangan disajikan dengan ritme yang pas dan kompak.
Tentu atraksi itu membutuhkan waktu yang lama.
Baca Juga: Ratusan Atlet Meriahkan Urban Downhill 2024 di Kota Batu
Bahkan, Affandi sudah mempersiapkannya sejak dua tahun sebelumnya.
Namun, latihan intensif juga sama dilakukan selama enam bulan seperti atlet lainnya.
Dalam latihan intensif di Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Affandi masih berkutat pada gerakan lompat indah.
Sebab, gerakan itu memiliki porsi penilaian paling tinggi jika dibandingkan gerakan-gerakan lainnya. “Kalau kurang apik, ya potongan poinnya tinggi juga,” ujarnya.
Kekuatan otot kaki menjadi kunci untuk memperindah lompatan.
Untuk itu, dirinya memberikan prosi latihan fisik otot kaki lebih banyak.
Affandi baru merasa lompatannya sudah cukup baik H-30 pertandingan PON XXI 2024.
Terutama untuk teknik landing dari lompatan.
Sebab, beberapa teknik landing mengharus Affandi untuk tetap beku pada posisi pasca melompat.
Alias tidak boleh bergerak.
“Jadi kaki harus terlihat mantab dan kokoh saat landing setelah melompat itu,” lanjutnya.
Menurutnya gerakan elok itulah yang berhasil mengantarkan tim Affandi meraih medali emas.
Ada satu gerakan yang paling berkesan baginya.
Yakni saat kedua teman melempar dirinya sehingga ia harus melakukan lompatan dan salto depan secara bersamaan.
Bagian itu cukup menyedot perhatian juri.
Sebab, kaki Affandi tampak mantab dan tidak goyang sama sekali. (*/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana