BATU, RADAR BATU - Presiden Prabowo Subianto menerima rekomendasi Dewan Ekonomi Nasional (DEN) untuk melanjutkan reformasi pasar modal Indonesia menyusul usulan Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Dikutip dari ANTARA, rekomendasi tersebut disampaikan langsung kepada Prabowo dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Pertemuan itu turut dihadiri sejumlah pejabat ekonomi, termasuk Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu mengatakan, pihaknya menyarankan pemerintah meneruskan reformasi pasar modal yang sudah berjalan sekaligus memperkuat penegakan aturan oleh regulator.
Menurut Mari, kerangka perundang-undangan Indonesia telah memberikan ruang bagi regulator untuk mengambil langkah tegas terhadap pelanggaran di pasar modal.
Baca Juga: Misi Dagang Jatim–Aceh Catat Transaksi Rp1,218 Triliun, Ini Rinciannya
Bisnis.com melaporkan bahwa DEN menilai pembenahan perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama untuk memperkuat transparansi transaksi dan perlindungan investor. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga daya saing serta integritas pasar modal Indonesia.
Sebelumnya, MSCI membuka konsultasi publik mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia. Isu tersebut menjadi perhatian karena berkaitan dengan transparansi kepemilikan saham dan kemudahan investor dalam mengakses pasar.
Proses konsultasi MSCI masih berjalan. Karena itu, pemerintah dan regulator didorong memanfaatkan waktu yang tersedia untuk menunjukkan perbaikan tata kelola dan penegakan aturan secara konsisten.
Editor : Aditya N. RianSumber : bisnis.com, VOI, rri.co.id, Antara News