Kampung Ambon Digerebek Lagi, Tiga Kali dalam Sepekan

Ali Azhar D • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:37 WIB
Petugas gabungan menerjunkan alat berat jenis beko untuk membongkar lapak-lapak narkoba di kawasan Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (13/10/2026). ANTARA/Risky Syukur
Petugas gabungan menerjunkan alat berat jenis beko untuk membongkar lapak-lapak narkoba di kawasan Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (13/10/2026). ANTARA/Risky Syukur

 

Kampung Ambon di Kompleks Permata, Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat, kembali didatangi ratusan aparat bersenjata lengkap pada Kamis (15/10/2026) pagi. Tim gabungan dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN RI), BNNP DKI Jakarta, dan Polda Metro Jaya menggerebek sejumlah titik yang diduga menjadi pusat peredaran narkoba di permukiman padat tersebut.

Ini merupakan penggerebekan ketiga di Kampung Ambon hanya dalam sepekan, setelah operasi serupa digelar sejak Jumat (9/10/2026). Rentetan operasi beruntun ini menunjukkan aparat tengah memusatkan tekanan pada kawasan yang selama ini kerap dikaitkan dengan peredaran gelap narkotika di Jakarta.

Operasi dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Personel taktis yang mengenakan rompi antipeluru dan menenteng senjata api berjaga di sejumlah akses masuk, sementara sebagian lainnya membawa pelontar gas air mata sambil menyusuri gang permukiman.

Rumah indekos menjadi titik pertama yang disasar petugas. Saat aparat merangsek masuk, seorang polisi terdengar memberi peringatan keras kepada para penghuni.

“Jangan lari, jangan lari!” teriak polisi itu ketika memasuki rumah indekos.

Empat orang diamankan dari lokasi tersebut dan langsung dibawa ke mobil petugas. Aparat kemudian bergerak lebih dalam ke area permukiman dan menggeledah sebuah rumah kontrakan.

Sejumlah rumah dalam kondisi terkunci saat didatangi petugas. Reserse lalu membuka paksa akses masuk dengan menghancurkan gembok gerbang menggunakan batu, serta mendobrak pintu rumah memakai linggis hingga menendangnya sampai terbuka.

Dari penyisiran itu, petugas menangkap sejumlah terduga pelaku laki-laki dan perempuan. Dengan tangan terikat ke belakang menggunakan borgol tali ties merah, mereka digiring keluar permukiman oleh petugas bersenjata menuju mobil tahanan.

Barang bukti yang diduga terkait jaringan narkotika juga disita, di antaranya beberapa kantong plastik hitam berisi plastik klip bening kecil yang biasa dipakai untuk mengemas paket sabu. Di dalam kantong yang sama terdapat telepon seluler, dompet, Kartu Tanda Penduduk (KTP), sabu, timbangan, dan sebuah brankas yang masih terkunci.

Tak hanya itu, aparat menemukan belasan senjata tajam yang disembunyikan di dalam sebuah rumah kontrakan, mulai dari pisau, golok, parang, pedang, hingga tombak.

Di tengah operasi, coretan bertuliskan “alamo” terlihat di banyak dinding dan pintu rumah yang digerebek. Seorang warga bernama Cece menjelaskan bahwa kata itu terinspirasi dari Benteng Alamo di Texas, Amerika Serikat, dan tidak berkaitan dengan kelompok tertentu.

“Oh itu ngambil dari nama benteng, orang sini merasa dekat saja. Bukan [nama geng tertentu],” ujar Cece.

Di sebuah lahan kosong, seekor anjing pitbull tampak terikat pada kandang besi. Tembok di depannya bertuliskan “Alamo straight outta camp Ambon”.

Hingga berita ini diturunkan, aparat gabungan masih terus menyisir Kampung Ambon dengan berjalan kaki dan menggunakan sepeda motor trail. Kepolisian maupun BNN belum menyampaikan keterangan resmi mengenai jumlah orang yang ditangkap ataupun berat total narkotika yang disita.

Editor : Aditya N. Rian
Kampung Ambon penggerebekan narkoba Jakarta Barat bareskrim polri