BATU, RADAR BATU - Listrik padam massal bukan sekadar kejadian jauh. Pada 22 Mei 2026, listrik padam serentak di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, dan sekitarnya. PLN menyebut pemicunya gangguan jalur transmisi 275 kV Muara Bungo-Sungai Rumbai di Jambi akibat cuaca buruk. Pada 12 Oktober, giliran Batam, Bintan, dan Tanjungpinang gelap sejak sekitar pukul 06.30 WIB. PLN masih menyelidiki penyebabnya. Dari 11 gardu induk, delapan sudah dinormalkan, dengan pemulihan diprioritaskan ke rumah sakit, bandara, dan pelabuhan.
Dampaknya melampaui lampu yang mati. Internet terganggu, lampu lalu lintas padam, SPBU dipadati antrean, dan rumah sakit bergantung pada genset. Dalam blackout Sumatra, sedikitnya lima orang meninggal karena keracunan asap genset.
Berikut yang bisa disiapkan:
1. Penerangan dan Daya Cadangan
Siapkan senter, lampu darurat, radio, dan power bank yang selalu terisi. Hindari lilin di dekat benda mudah terbakar.
2. Air Minum dan Makanan Tahan Lama
Pompa air dan mesin air ikut mati saat listrik padam.
3. Obat Rutin dan Uang Tunai Secukupnya
ATM dan mesin kartu bisa ikut lumpuh.
4. Genset Hanya di luar Ruangan
Jauhkan dari pintu dan jendela agar asapnya tidak masuk rumah.
5. Cabut perangkat elektronik dan matikan peralatan berdaya besar, supaya tidak rusak saat arus kembali menyala.
6. Jangan sentuh kabel putus. Laporkan ke petugas.
7. Rujuk Kanal Resmi PLN, seperti Aplikasi PLN Mobile, dan Abaikan Pesan Berantai
Hingga kini, belum ada peringatan resmi dari PLN maupun pemerintah soal ancaman blackout massal di seluruh provinsi. Namun, blackout Sumatra pada Mei dan Batam pada Oktober menunjukkan gangguan listrik berskala besar bisa terjadi kapan saja. Persiapan sederhana di rumah bisa sangat membantu saat itu terjadi. Warga tetap perlu waspada tanpa panik, dan memastikan informasi soal listrik hanya dari kanal resmi PLN.
Editor : Aditya N. RianSumber : Dari berbagai sumber