BATU, RADAR BATU - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menekankan pentingnya memperkuat kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan, terutama menghadapi ancaman gempa bumi, potensi megathrust, hingga letusan gunung api.
Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan pelatihan mitigasi dan kesiapsiagaan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Upaya tersebut tidak cukup hanya melalui kegiatan sesaat, tetapi harus menjadi bagian dari pembelajaran di sekolah.
Dikutip dari ANTARA, Selasa (13/10), BNPB mencatat sedikitnya 15 hingga 20 kejadian bencana setiap hari dalam tiga tahun terakhir yang membutuhkan dukungan penanganan lintas sektor. Jika digabung dengan penanganan mandiri pemerintah daerah, jumlah kejadian bencana dapat mencapai 5.000 hingga 6.000 per tahun.
Baca Juga: 108 Lokasi Bencana di Kota Batu Jalani Asesmen
BNPB menyoroti tiga unsur penting dalam program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Ketiganya meliputi fasilitas sekolah yang aman dari bencana, aturan serta prosedur evakuasi yang jelas, dan pendidikan kebencanaan yang terintegrasi dalam pembelajaran.
Latihan evakuasi secara berkala juga dinilai penting, khususnya bagi siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Dengan simulasi yang terstruktur, siswa diharapkan mampu mengambil keputusan dan bertindak lebih cepat ketika keadaan darurat terjadi.
Abdul menyebut wilayah Banten perlu mendapatkan perhatian karena berpotensi terdampak gempa dari zona megathrust Selat Sunda serta aktivitas Gunung Anak Krakatau.
BNPB berharap penguatan kesiapsiagaan dapat membantu mengurangi risiko dan melindungi keselamatan warga sekolah saat bencana terjadi.
Editor : Aditya N. RianSumber : Antara News, berbagai sumber