Untuk posisi Direktur Utama, tiga nama dinyatakan Memenuhi Syarat Administrasi (MSA). Ketiganya adalah Arista Rahmadianto, S.P., M.Si.; Fajar Arifianto Isnugroho, S.Sos., M.Si.; serta RM. Bramastyo Kusumonegoro, SE., SH., MM., M.Kn., CIPA.
Sementara itu, persaingan untuk jabatan Direktur Administrasi Keuangan diikuti lima pelamar. Mereka ialah Andreyas Denni Candra, SE.; Fanny Adibah, S.Pd., M.Pd.; Hendra Widiyanto, SE., Ak.; Riansah Abbas, S.Ak.; dan Rudy Hardiyanto, SE. Pansel menegaskan bahwa urutan nama dalam daftar tersebut disusun berdasarkan abjad, bukan peringkat.
Seluruh pelamar yang lolos wajib mengikuti tahap berikutnya, yakni psikotes yang diselenggarakan Airlangga Assessment Center. Tes dijadwalkan pada Selasa (13/10/2026) pukul 08.00 WIB hingga selesai di Aula Lantai 9 Gedung Nano Universitas Airlangga, Kampus C, Jalan Dr. Ir. H. Soekarno, Mulyorejo, Surabaya.
Peserta diminta hadir paling lambat 30 menit sebelum tes dimulai. Mereka juga wajib membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau kartu identitas lain, alat tulis berupa bolpoin, pensil 2B, dan penghapus, serta gawai yang dilengkapi aplikasi pemindai kode QR.
Selain psikotes, Pansel mensyaratkan para pelamar menyerahkan dokumen digital dari tempat kerja saat ini atau sebelumnya. Dokumen itu harus menerangkan bahwa pelamar memiliki pengalaman manajerial di perusahaan dan pernah memimpin tim.
Batas akhir pengiriman dokumen ditetapkan pada Senin (12/10/2026), sehari sebelum psikotes berlangsung. Pelamar jabatan Direktur Utama mengirimkan berkas ke surel dirutrph@surabaya.go.id, sedangkan pelamar Direktur Administrasi Keuangan ke dakrph@surabaya.go.id.
Proses seleksi ini menjadi sorotan karena menentukan arah kepemimpinan PT RPH Surabaya Perseroda, badan usaha daerah yang berperan dalam layanan pemotongan hewan dan rantai pasok daging di Kota Pahlawan. Tenggat yang ketat antara pengumuman, penyerahan dokumen, dan psikotes juga menuntut kesiapan para kandidat dalam waktu kurang dari sepekan.
Editor : Aditya N. RianSumber : Dari berbagai sumber