Gunung Semeru Kembali Erupsi Hari Ini, Warga Malang Perlu Waspada? Ini Zona Bahayanya

Nara Amelia • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 12:40 WIB
Gunung tertinggi di Pulau Jawa, Gunung Semeru. Foto: Instagram/@bbtnbromotenggersemeru
Gunung tertinggi di Pulau Jawa, Gunung Semeru. Foto: Instagram/@bbtnbromotenggersemeru

BATU, RADAR BATU - Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Selasa (6/10/2026) pagi. Gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur, mengalami dua kali erupsi sejak dini hari dengan erupsi kedua menghasilkan kolom letusan mencapai sekitar 900 meter di atas puncak.

Erupsi pertama terjadi pada pukul 02.03 WIB. Saat itu, visual letusan tidak terlihat karena tertutup kabut, tetapi aktivitas tersebut terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 142 detik. Kemudian pada pukul 05.29 WIB, Semeru kembali erupsi dengan kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak atau mencapai ketinggian 4.576 meter di atas permukaan laut.

Baca Juga: Fenomena Langka: Kekeringan dan Bencana Hidrometeorologi Basah Mengancam Indonesia Bersamaan

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru melaporkan kolom abu vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas tebal bergerak ke arah timur laut. Erupsi kedua tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 21 milimeter dan berlangsung selama 135 detik.

Lantas, Apakah Warga Malang Harus Khawatir? 

Tidak seluruh wilayah Malang otomatis terdampak erupsi. Namun, masyarakat yang berada di kawasan sekitar aliran sungai yang berhulu di Semeru tetap diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar.

Zona Berbahaya yang Harus Dihindari

PVMBG menetapkan sejumlah zona yang harus dihindari. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Selain itu, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena terdapat potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.

Baca Juga: Megathrust Jawa Timur: Zona Sepanjang 440 Km yang Belum Pernah "Pecah" Total

Kawasan dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Semeru juga harus dihindari karena berpotensi terkena lontaran batu pijar. Warga juga diminta mewaspadai jalur sungai dan lembah yang berhulu di Semeru, termasuk Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Karena itu, masyarakat diminta tidak mendekati zona yang telah ditetapkan dan terus mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Semeru. Erupsi pagi ini menjadi pengingat bahwa warga di kawasan rawan perlu tetap waspada, terutama terhadap potensi bahaya sekunder seperti lahar dan awan panas.

Editor : Aditya N. Rian
Sumber : Dari berbagai sumber
erupsi zona bahaya jawa timur gunung semeru