BATU, RADAR BATU - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar Aksi Nasional Pendidikan di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/10) mulai pukul 13.00 WIB. Mahasiswa dari berbagai daerah turun ke jalan membawa desakan agar pendidikan di Indonesia benar-benar bisa diakses gratis oleh seluruh masyarakat.
"Pendidikan harus gratis apa pun harganya," tulis BEM SI dalam seruan resmi lewat Instagram, menegaskan pendidikan sebagai hak fundamental, bukan privilese.
Baca Juga: Demo Hari Ini Belum Selesai, Buruh Siapkan Aksi Lanjutan hingga Oktober
Empat Tuntutan Utama yang Dibawa dalam Aksi kali ini
Pertama, mendesak pembahasan dan revisi UU Sisdiknas dilakukan secara partisipatif, transparan, dan komprehensif, melibatkan masyarakat serta elemen pendidikan secara bermakna. Kedua, mendesak pemerintah merealisasikan pendidikan gratis secara konkret dan merata, dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi. Ketiga, mendesak peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan, termasuk penyelesaian status guru honorer lewat sistem rekrutmen yang transparan. Keempat, meminta jaminan keberlanjutan perguruan tinggi swasta (PTS) dalam kebijakan pendidikan tinggi gratis.
Baca Juga: Syarat Pendidikan Gibran Dipersoalkan di MK, Kapan Putusan Dibacakan?
Dari sisi keamanan, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Akhmadi mengungkap total 3.983 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan jalannya aksi. "Jumlah pengamanan gabungan TNI, Polri, Pemda dan Pamdal 3.983 personel," ujarnya, terdiri dari 3.219 personel kepolisian, 225 personel TNI, 109 personel Pemprov DKI Jakarta, dan 400 personel Pamdal DPR.
Waspada Adanya Kemacetan dan Rekayasan Lalu Lintas
Polda Metro Jaya turut memberlakukan rekayasa lalu lintas situasional selama aksi berlangsung, imbauan khusus bagi warga untuk menghindari kawasan Jalan Gatot Subroto dan mencari jalur alternatif guna meminimalisasi dampak kemacetan.
Editor : Aditya N. RianSumber : Dari berbagai sumber