Kebakaran Ruko Marak Terjadi, Ini Cara Sederhana Mencegahnya

Nara Amelia • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 15:30 WIB
Kebakaran yang melanda Pasar Comboran Baru, Kota Malang, pada 2024 lalu. Foto: Times Indonesia
Kebakaran yang melanda Pasar Comboran Baru, Kota Malang, pada 2024 lalu. Foto: Times Indonesia

BATU, RADAR BATU - Deretan kebakaran ruko dan toko yang terus terjadi belakangan ini, termasuk di Malang, jadi pengingat pentingnya kewaspadaan pemilik usaha maupun rumah tangga. Berdasarkan catatan Damkar di berbagai daerah, korsleting listrik masih jadi penyebab paling dominan, disusul kompor gas bocor dan kelalaian membiarkan api tanpa pengawasan. Berikut langkah-langkah pencegahan yang bisa diterapkan mulai dari sekarang.

1. Jangan tumpuk stop kontak

Membebani satu titik stop kontak dengan banyak peralatan elektronik sekaligus bikin kabel gampang panas dan berujung korsleting. Sebisa mungkin, satu stop kontak untuk satu perangkat berdaya besar.

2. Pakai kabel dan instalasi listrik ber-SNI

Pastikan kabel, stop kontak, dan instalasi listrik di ruko sudah berstandar SNI, serta dipasang oleh teknisi berlisensi. Instalasi lama juga perlu dicek berkala, jangan menunggu ada percikan api baru diperbaiki.

Baca Juga: Fenomena Langka: Kekeringan dan Bencana Hidrometeorologi Basah Mengancam Indonesia Bersamaan

3. Cabut steker perangkat yang tidak dipakai

Perangkat seperti kipas angin, dispenser, atau charger tetap menyedot daya meski dalam kondisi mati kalau stekernya masih menancap. Biasakan cabut steker begitu toko tutup atau saat meninggalkan ruangan dalam waktu lama.

4. Waspada saat listrik menyala kembali usai pemadaman

Lonjakan arus saat listrik kembali normal usai pemadaman bergilir berisiko memicu korsleting, terutama kalau banyak perangkat masih tertancap di stop kontak. Sebaiknya matikan MCB dulu sebelum listrik menyala kembali.

5. Sediakan APAR di lokasi rawan

Tempatkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di titik-titik rawan seperti dekat instalasi listrik, dapur, atau gudang penyimpanan barang. Cek kondisinya secara rutin agar tetap berfungsi saat dibutuhkan.

6. Jangan simpan bahan mudah terbakar sembarangan

Kardus, kain, atau bahan mudah terbakar lain sebaiknya tidak diletakkan dekat sumber panas atau instalasi listrik, karena percikan kecil saja bisa memicu api membesar dengan cepat.

Kalau kebakaran sudah terjadi:

Segera matikan aliran listrik dari MCB atau meteran, jangan menyiram sumber api dengan air selama listrik belum terputus untuk menghindari sengatan listrik. Padamkan dengan APAR kalau tersedia, dan segera hubungi Damkar lewat 112 sambil mengevakuasi orang di sekitar lokasi.

Baca Juga: BMKG Rilis Peringatan Kekeringan , Ini 7 Langkah Antisipasi yang Bisa Kamu Mulai dari Sekarang

Dengan cuaca panas dan kering yang masih berlangsung belakangan ini, risiko kebakaran memang cenderung meningkat. Kebiasaan sederhana seperti rutin memeriksa instalasi listrik bisa jadi langkah kecil yang berdampak besar dalam mencegah kerugian yang lebih parah.

Editor : Aditya N. Rian
Sumber : Dari berbagai sumber
langkah antisipasi pencegahan kebakaran