BATU, RADAR BATU - Ratusan sopir angkot di Kota Malang turun ke jalan pada Senin (28/9) siang. Aksi yang digalang Front Aliansi Sopir Angkutan Malang (ASAM) ini berpusat di depan kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Arjosari, Kecamatan Blimbing.
Sejumlah angkot sempat diparkir melintang di Jalan Raden Intan, ruas yang mengarah ke Terminal Arjosari, hingga memicu kemacetan panjang. Sekitar pukul 10.32 WIB, puluhan personel Polresta Malang Kota tiba dan mengajak para sopir berdialog. Sempat terjadi adu mulut, namun ketegangan mereda setelah para sopir bersedia menepikan kendaraan sehingga lalu lintas kembali lancar.
Baca Juga: Kesaksian Siswa SMPN 18 Malang: Ditampar 3 Kali Gegara Tak Pakai Lurik
Tuntutan dan Alasan di Balik Aksi Demo
Para sopir menolak rencana beroperasinya Trans Jatim Koridor 2 sebelum masalah di Koridor 1 dituntaskan. Ketua Front ASAM, Andre, menyebut keberadaan Koridor 1 berdampak pada sekitar 494 sopir angkot di Kota Malang dan sebagian Kabupaten Malang.
Mereka juga menagih janji tertulis yang disepakati dalam aksi pada Juli lalu, serta meminta evaluasi terhadap operasional Koridor 1. Menurut Andre, pihaknya sudah berkoordinasi sejak Juli, tetapi justru dilempar ke pemerintah provinsi, dan audiensi di tingkat provinsi belum membuahkan hasil.
Aksi Massa Menuju ke Balai Kota Malang
Sementara itu, Koridor 2 dijadwalkan beroperasi Oktober 2026 dengan dukungan 12 bus feeder. Hingga berita ini ditulis, aksi masih berlangsung, dan sebagian massa bergeser menuju Balai Kota Malang.
Baca Juga: Kekeringan Mengancam Malang Raya, Beberapa Wilayah Sedang Hadapi Krisis Air Bersih
Editor : Aditya N. RianSumber : Dari berbagai sumber