BATU, RADAR BATU - Angin kencang belakangan membuat warga Malang perlu meningkatkan kewaspadaan. Kondisi ini bukan hanya berisiko mengganggu aktivitas di luar rumah, tetapi juga dapat menyebabkan pohon tumbang, benda beterbangan hingga kerusakan pada bagian bangunan.
BMKG mengeluarkan peringatan potensi angin kencang di Jawa Timur pada 25 dan 26 September 2026. Sementara itu, BMKG juga menyebut fenomena angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Malang Raya.
Baca Juga: BMKG Rilis Peringatan Kekeringan , Ini 7 Langkah Antisipasi yang Bisa Kamu Mulai dari Sekarang
Untuk mengurangi risiko, ada sejumlah hal yang bisa dilakukan masyarakat sebelum angin bertiup semakin kencang.
1. Pangkas dahan pohon yang rapuh
Pohon di sekitar rumah perlu diperiksa, terutama jika terdapat dahan yang sudah kering, lapuk atau terlalu panjang. BNPB menyarankan masyarakat memangkas dahan pohon yang berpotensi tumbang ketika menghadapi risiko angin kencang.
2. Cek kondisi atap rumah
Periksa genteng, kanopi, seng dan bagian atap lainnya. Bagian yang longgar sebaiknya segera diperbaiki agar tidak terlepas atau beterbangan ketika diterpa angin.
3. Amankan benda di luar rumah
Pot, jemuran, papan, spanduk dan benda ringan lainnya sebaiknya dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Benda-benda tersebut dapat jatuh atau terbawa angin dan membahayakan orang di sekitar.
4. Jangan parkir di bawah pohon atau baliho
Ketika angin mulai kencang, hindari berada atau memarkir kendaraan di bawah pohon besar, papan reklame maupun bangunan yang terlihat rapuh. BMKG secara khusus mengingatkan masyarakat mengenai risiko pohon, reklame dan struktur yang dapat roboh.
5. Kurangi aktivitas di ruang terbuka
Jika angin semakin kencang, masyarakat sebaiknya memilih berada di dalam bangunan yang kokoh. Hindari berteduh di bawah pohon, baliho atau struktur yang berpotensi roboh.
Baca Juga: BMKG Ingatkan Ancaman Megathrust, Ini yang Harus Kamu Lakukan Apabila Terjadi Gempa
6. Hati-hati saat berkendara
Pengendara sepeda motor perlu lebih berhati-hati karena dorongan angin dari samping dapat memengaruhi keseimbangan kendaraan. Kondisi ini juga perlu diperhatikan ketika melewati jalan terbuka atau jembatan.
7. Hindari membakar sampah
Angin kencang dapat membuat api menyebar dengan cepat dan sulit dikendalikan. Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat menghindari aktivitas pembakaran ketika angin sedang kencang.
Selain angin kencang di daratan, kondisi angin juga berdampak terhadap wilayah perairan. BMKG memperingatkan gelombang 2,5–4 meter di Perairan Malang untuk periode 25–28 September 2026, sehingga nelayan dan pengguna perahu kecil perlu meningkatkan kewaspadaan.
Baca Juga: BMKG Ingatkan Potensi Megathrust Selat Sunda M8,9, Ini Daftar Persiapan Darurat yang Perlu Disiapkan
Masyarakat Malang juga disarankan terus memantau peringatan dini BMKG karena kondisi cuaca dapat berubah dalam waktu singkat.
Editor : Aditya N. RianSumber : Dari berbagai sumber