BATU, RADAR BATU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia. Gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan selatan Jawa pada 23 September hingga 26 September 2026.
BMKG menyebut pola angin di wilayah selatan Indonesia umumnya bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 8-25 knot. Kondisi tersebut dapat meningkatkan ketinggian gelombang laut di sejumlah wilayah.
Baca Juga: BMKG Ingatkan Potensi Megathrust Selat Sunda M8,9, Ini Daftar Persiapan Darurat yang Perlu Disiapkan
Daftar Wilayah yang Berpotensi Terkena Dampak Gelombang Tinggi
Di Pulau Jawa, potensi gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter mencakup Sumatra Hindia Selatan Banten, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Jawa Timur. Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di perairan selatan Bali, NTB, dan NTT.
Untuk wilayah Jawa Timur, BMKG memperingatkan potensi gelombang tinggi di Perairan Tulungagung, Blitar, dab Trenggalek. Sementara itu, Perairan Malang diperkirakan mengalami gelombang kategori sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter. Peringatan tersebut berlaku hingga 26 September 2026.
Waspada Banjir Rob di Wilayah Pesisir Jawa Timur
Selain gelombang tinggi, masyarakat pesisir Jawa Timur juga diminta mewaspadai potensi banjir rob. BMKG menyebut fenomena pasang maksimum yang berkaitan dengan fase bulan purnama berlangsung pada periode 20-30 September 2026.
Baca Juga: Megathrust Jawa Timur: Zona Sepanjang 440 Km yang Belum Pernah "Pecah" Total
Kondisi gelombang tinggi tersebut dapat meningkatkan risiko bagi aktivitas pelayaran dan nelayan. BMKG mengimbau masyarakat, khususnya pengguna transportasi laut, nelayan, dan warga di kawasan pesisir, untuk memperhatikan informasi cuaca maritim terbaru sebelum melakukan aktivitas di laut.
BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca dapat berubah sehingga masyarakat perlu mengikuti pembaruan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG.
Editor : Aditya N. RianSumber : Dari berbagai sumber