BATU, RADAR BATU - Banjir bandang atau yang biasa disebut “galodo” menerjang kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Solok, Sumatra Barat, Senin (21/9) malam sekitar pukul 20.00-2-.30 WIB. Bencana ini dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore, membuat debit Sungai Batang Baliang meluap drastis.
Sejumlah Bangunan hingga Material Dilaporkan Hancur
Aliran deras membawa material lumpur, batu, dan kayu, langsung menerjang kompleks perkantoran di Arosuka, Kecamatan Gunung Talang. Dampaknya cukup parah, bangunan Kantor Dinas PU dilaporkan hancur dihantam material banjir berukuran besar, sementara RSUD Kabupaten Solok dan sejumlah rumah warga turut terdampak. Beberapa kendaraan bahkan sampai hanyut terbawa arus.
Kabag Ops Polres Solok, AKP Indra Kusuma, menegaskan dampak paling signifikan justru pada jalur transportasi. “Galodo besar terjadi di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Solok. Untuk itu kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melintasi jalan ini terlebih dahulu," ujarnya, Selasa (22/9). Akses jalan tepat di depan Kantor Bupati Solok kini tertutup total oleh material banjir, membuat jalur vital yang menghubungkan Padang-Solok-Jambi lumpuh sepenuhnya, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.
Baca Juga: Fenomena Langka: Kekeringan dan Bencana Hidrometeorologi Basah Mengancam Indonesia Bersamaan
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Solok, tercatat empat warga mengalami luka-luka akibat kejadian ini, sementara total 70 unit rumah dan 11 kantor pemerintahan dilaporkan terdampak. Angka kerugian materiil sendiri masih dalam proses pendataan lebih lanjut.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, memastikan pihaknya sudah menerima laporan awal dan langsung berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Sumatra Barat serta BPBD Kabupaten Solok. "Sudah dapat informasi awal. Kami tetap melakukan koordinasi dengan BPBD Provinsi dan BPBD Kab. Solok untuk mendapatkan gambaran seperti apa kejadian untuk membuat langkah selanjutnya," ujarnya.
Warga di sekitar kawasan terdampak sempat diimbau mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman, sembari menunggu proses pembersihan material dan evaluasi keamanan jalur transportasi utama tersebut.
Baca Juga: BNPB Catat 1.730 Bencana Sepanjang 2026, Karhutla dan Banjir Paling Dominan
Editor : Aditya N. RianSumber : Dari berbagai sumber