Fenomena Langka: Kekeringan dan Bencana Hidrometeorologi Basah Mengancam Indonesia Bersamaan

Nara Amelia • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 15:15 WIB
Petugas BPBD melakukan evakuasi warga terdampak banjir. Foto: BNPB
Petugas BPBD melakukan evakuasi warga terdampak banjir. Foto: BNPB

BATU, RADAR BATU - Di tengah puncak musim kemarau yang masih melanda sebagian besar Indonesia, BMKG justru mengeluarkan peringatan ganda yang terdengar kontradiktif, yaitu adanya potensi kekeringan dan bencana hidrometeorologi basah (banjir, longsor, angin kencang) bisa terjadi bersamaan dalam waktu berdekatan.

Untuk periode 18 September 2026, BMKG memprediksi hujan lebat di sejumlah wilayah, memicu kewaspadaan ganda bagi masyarakat. "BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak lengah menghadapi dua potensi bencana sekaligus, kekeringan dan bencana hidrometeorologi basah secara mendadak," demikian keterangan resmi BMKG. 

Fenomena ini sebenarnya bisa dijelaskan lewat karakteristik Monsun Australia yang meski dominan membawa udara kering, secara bersamaan juga bisa memicu pembentukan awan konvektif lokal di wilayah tertentu, menghasilkan hujan deras mendadak di tengah musim kemarau. Kombinasi ini justru menciptakan risiko ganda yang perlu diwaspadai warga di berbagai daerah, tergantung karakteristik geografis wilayah masing-masing.

Baca Juga: Mengenal Monsun Australia, Fenomena di Balik Kekeringan Parah

Berikut sejumlah langkah antisipasi yang diimbau BMKG:

Waspada pohon tumbang dan angin kencang

Warga di wilayah NTT, Maluku, hingga Sulawesi Selatan diminta menjauhi baliho besar dan pohon tua saat terjadi angin kencang, mengingat kondisi tanah yang kering justru bisa membuat akar pohon lebih rapuh dan mudah tumbang.

Cegah karhutla di wilayah kering

Bagi wilayah yang masih berawan cerah dan kering, warga diimbau menghindari membuka lahan dengan cara membakar atau membuang puntung rokok sembarangan, mengingat risiko kebakaran masih sangat tinggi di tengah musim kemarau.

Antisipasi banjir bandang dan longsor

Warga di Aceh dan Sumatra Barat yang tinggal di lereng bukit atau bantaran sungai diimbau tetap siaga terhadap potensi longsor dan banjir bandang, khususnya saat hujan deras turun mendadak setelah periode kering yang panjang, kondisi yang justru memperbesar risiko karena tanah kering cenderung kurang mampu menyerap air secara optimal.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tidak lengah menghadapi ancaman ganda ini dengan memastikan kesiapan personel dan peralatan, melakukan pemantauan kondisi cuaca secara berkala, serta menjaga kebersihan drainase, tanggul, dan daerah aliran sungai sebagai langkah mitigasi dini.

Editor : Aditya N. Rian
Sumber : Dari berbagai sumber
kekeringan BNPB bmkg banjir tanah longsor