BMKG Rilis Peringatan Cuaca Ekstrem Sepekan, Jawa Barat dan Sumatra Utara Berstatus Siaga

Nara Amelia • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 14:30 WIB
Peta peringatan dini cuaca ekstrem yang dirilis BMKG untuk wilayah Indonesia. Foto: BMKG
Peta peringatan dini cuaca ekstrem yang dirilis BMKG untuk wilayah Indonesia. Foto: BMKG

BATU, RADAR BATU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk periode 19-24 September 2026. Meski musim kemarau masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia, sejumlah daerah justru berstatus Siaga akibat ancaman hujan lebat hingga sangat lebat.

Jawa Barat dan Sumatra Utara Berstatus Siaga Hujan Lebat

Penyebab utamanya adalah sirkulasi siklonik yang terpantau di Laut China Selatan dan Laut Andaman, memicu pembentukan daerah konvergensi yang meningkatkan potensi hujan lebat di daratan sekaligus gelombang tinggi di lautan. Untuk Sabtu (19/9), BMKG menetapkan Jawa Barat dalam kategori Siaga, berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat, sementara 16 wilayah lain masuk kategori Waspada untuk hujan sedang hingga lebat.

Wilayah yang perlu ekstra waspada terhadap hujan lebat-sangat lebat meliputi Sumatra Utara dan Jawa Barat, sementara kategori sedang-lebat mencakup Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua Pegunungan, dan Papua. Sementara itu, potensi angin kencang perlu diwaspadai di Bali, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Potensi Megathrust Selat Sunda M8,9, Ini Daftar Persiapan Darurat yang Perlu Disiapkan

Khusus wilayah Jabodetabek, Kabupaten Bogor jadi salah satu yang paling perlu diwaspadai dengan potensi genangan air, luapan aliran sungai, hingga tanah longsor di kawasan rawan pergerakan tanah.

BMKG Turut Mengingatkan Ancaman dari Monsun Australia

Menariknya, di tengah peringatan hujan lebat ini, BMKG juga tetap mengingatkan ancaman kebalikannya, yaitu penguatan Monsun Australia yang justru memperluas potensi kekeringan dan karhutla akibat maraknya titik panas di wilayah lain. Kondisi ini menunjukkan betapa kompleksnya cuaca Indonesia belakangan ini, hujan ekstrem di satu sisi, kekeringan parah di sisi lain, bisa terjadi bersamaan di waktu yang sama.

Baca Juga: Mengenal Monsun Australia, Fenomena di Balik Kekeringan Parah

BMKG merangkum sejumlah langkah antisipasi yang perlu diperhatikan masyarakat:

Baca Juga: BMKG Rilis Peringatan Kekeringan , Ini 7 Langkah Antisipasi yang Bisa Kamu Mulai dari Sekarang

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah saat cuaca memburuk, serta terus memantau perkembangan cuaca lewat kanal resmi BMKG mengingat kondisi atmosfer masih cukup dinamis sepekan ke depan.

Editor : Aditya N. Rian
Sumber : Dari berbagai sumber
monsun australia bmkg bencana hujan lebat