Karhutla Kalimantan Tembus 48.659 Hektare, Status Tanggap Darurat Diperpanjang hingga 20 September

Nara Amelia • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 13:15 WIB
Petugas melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan. Foto: Kementerian Kehutanan
Petugas melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan. Foto: Kementerian Kehutanan

BATU, RADAR BATU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan masih menjadi tantangan besar penanganan bencana nasional. Data terbaru BNPB per 16 September 2026 mencatat total luas lahan terbakar di Kalimantan Barat mencapai 48.659,43 hektare, tujuh titik api aktif yang masih membutuhkan penanganan intensif.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengungkap dari total estimasi luas terbakar sekitar 122,9 hektare pada periode terbaru, sekitar 65,6 hektare sudah berhasil dipadamkan, sementara 57,3 hektare masih dalam proses penanganan. "Kita melihat kejadian kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah serta dampaknya terhadap masyarakat Indonesia. Penanganan terus dilakukan di wilayah terdampak," ujarnya dalam Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla di Kemenko Polkam, Jakarta, Kamis (17/9).

Status Tanggap Darurat Asap Diperpanjang hingga 20 September 2026

Menyikapi kondisi yang belum sepenuhnya terkendali ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat resmi memperpanjang Status Tanggap Darurat Asap hingga 20 September 2026. Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan, menjelaskan perpanjangan ini diperlukan karena Satgas Darat dan Satgas Udara masih terus melangsungkan operasi pemadaman dan pendinginan di berbagai titik.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Potensi Megathrust Selat Sunda M8,9, Ini Daftar Persiapan Darurat yang Perlu Disiapkan

Kondisi serupa juga masih berlangsung di wilayah Kalimantan lain. Kalimantan Selatan tercatat mengalami 12.339,74 hektare lahan terbakar hingga awal September, dengan 17.093 titik panas terpantau sepanjang tahun ini. Sementara itu, Kalimantan Utara justru mencatat kondisi relatif terbaik dibanding provinsi lain di Pulau Kalimantan, dengan luas terbakar hanya 400,62 hektare atau sekitar 0,70 persen dari total karhutla regional.

Potensi Karhutla Kemungkinan Berlanjut hingga Oktober 2026

BMKG turut mengingatkan potensi karhutla ini kemungkinan masih akan berlanjut hingga Oktober 2026, dipicu kombinasi El Nino berintensitas sangat kuat, Indian Ocean Dipole positif, dan angin monsun Australia yang bersifat kering. Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah disebut sebagai dua wilayah yang paling perlu diwaspadai, mengingat titik panas di kedua provinsi ini diperkirakan masih akan meningkat.

Baca Juga: BMKG Rilis Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis, Ini Daftar Wilayah Berstatus Awas

Untuk membantu percepatan penanganan, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dilakukan di berbagai wilayah, meliputi Kalimantan Barat (22 Agustus-14 September), Kalimantan Tengah (26 Agustus-19 September), serta Jambi, Lampung, dan Riau. Namun, Berton menegaskan efektivitas OMC sangat bergantung pada pertumbuhan awan, yang jadi faktor penentu utama pelaksanaannya di lapangan.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Dari berbagai sumber
el nino kalimantan karhutla