Berat Hati, Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal di Selat Sunda Resmi Dihentikan Setelah 10 Hari

Nara Amelia • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 16:25 WIB
Kepala Kantor Basarnas Banten, Al Amrad, saat menjelaskan perkembangan pencarian lima jurnalis hilang pada Rabu (16/9). Foto: Arief Ikhsanudin
Kepala Kantor Basarnas Banten, Al Amrad, saat menjelaskan perkembangan pencarian lima jurnalis hilang pada Rabu (16/9). Foto: Arief Ikhsanudin

BATU, RADAR BATU - Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal cepat KM Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda resmi dihentikan, Kamis (17/9). Keputusan ini diambil setelah 10 hari pencarian, termasuk perpanjangan tiga hari dari standar operasi SAR yang normalnya tujuh hari, tanpa menghasilkan temuan signifikan.

Baca Juga: BNPB Catat 1.730 Bencana Sepanjang 2026, Karhutla dan Banjir Paling Dominan

Gubernur Banten Andra Soni mengumumkan langsung penghentian ini dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Gabungan, Dermaga Marina Carita, Pandeglang, Kamis petang. "Sudah tidak efektif maka dengan berat hati pelaksanaan operasi gabungan ini dinyatakan dihentikan," ujarnya, usai rapat evaluasi bersama seluruh pihak terkait, termasuk keluarga para jurnalis dan awak kapal yang masih hilang.

Pada hari terakhir pencarian, tim gabungan mengerahkan kekuatan besar: 523 personel, 24 unit kapal, menyisir 10 sektor pencarian seluas 8.509 mil laut persegi, mencakup jalur darat, laut, hingga udara. Sepanjang proses pencarian, tim memang sempat menemukan 13 objek terapung di laut, namun setelah dikonfirmasi dan diteliti, semuanya dipastikan tidak berkaitan dengan KM Arupadhatu 1.

Baca Juga: BMKG Rilis Peringatan Kekeringan , Ini 7 Langkah Antisipasi yang Bisa Kamu Mulai dari Sekarang

Kelima jurnalis yang dinyatakan hilang kontak sejak Senin (7/9) itu adalah M. Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas). Sementara tiga kru kapal terdiri dari Kapten Warta, ABK Surakman, dan pemandu Heriyanto (49). Rombongan ini hilang kontak saat dalam perjalanan menuju lokasi peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Pencarian Tidak Sepenuhnya Dihentikan

Meski operasi gabungan resmi ditutup, Andra menegaskan pencarian tidak sepenuhnya berhenti. "Namun pencarian bukan disetop total karena apabila ada petunjuk atau tanda-tanda keberadaan mereka yang hilang, operasi akan dibuka kembali," pungkasnya. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan dan rekan-rekan media yang terus mengawal operasi kemanusiaan ini selama 10 hari terakhir.

Berita penghentian pencarian ini disambut haru oleh komunitas jurnalis. Sejumlah rekan seprofesi menggelar doa bersama dan nyala lilin sebagai bentuk dukungan dan harapan, meski status kedelapan orang tersebut kini bergeser dari "pencarian aktif" menjadi menunggu petunjuk baru yang mungkin muncul di kemudian hari.

 

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Dari berbagai sumber
anak krakatau tim sar jurnalis