Kekeringan Mengancam Malang Raya, Beberapa Wilayah Sedang Hadapi Krisis Air Bersih

Nara Amelia • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 14:45 WIB
Krisis air bersih menjadi dampak dari kekeringan yang paling utama. Foto: Humas PLN UID S2JB
Krisis air bersih menjadi dampak dari kekeringan yang paling utama. Foto: Humas PLN UID S2JB

BATU, RADAR BATU - Musim kemarau 2026 menjadi perhatian bagi masyarakat di wilayah Malang Raya. Sejumlah daerah di Kabupaten Malang dilaporkan mengalami krisis air bersih akibat berkurangnya ketersediaan sumber air. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman kekeringan masih perlu diantisipasi, terutama di wilayah yang bergantung pada sumber air alami.

Salah satu wilayah yang terdampak adalah Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Malang pada 18 Agustus 2026, krisis air bersih terjadi di wilayah tersebut dan berdampak pada kebutuhan air warga. Kecamatan Gedangan juga dilaporkan mengalami kondisi serupa.

Krisis air bersih membuat masyarakat menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari minum, memasak, hingga keperluan rumah tangga. Penyaluran bantuan air bersih menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk membantu warga terdampak.

Malang Selatan Jadi Perhatian

Wilayah Malang Selatan menjadi salah satu kawasan yang perlu mendapat perhatian dalam menghadapi musim kemarau. Selain Sumbermanjing Wetan dan Gedangan, Kecamatan Bantur juga tercantum dalam laporan pemetaan daerah rawan kekeringan Kabupaten Malang.

Laporan yang diberitakan pada Juli 2026 menyebutkan terdapat 37 dusun di 20 desa pada 8 kecamatan yang masuk dalam pemetaan rawan kekeringan. Namun, daftar lengkap desa dan kondisi terbaru setiap wilayah perlu dikonfirmasi melalui data resmi BPBD Kabupaten Malang.

Kondisi geografis dan ketersediaan sumber air menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam menghadapi musim kemarau. Wilayah yang mengalami penurunan debit sumber air dapat menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Kota Batu Siapkan Antisipasi

Tidak hanya Kabupaten Malang, Kota Batu juga perlu melakukan antisipasi terhadap dampak kemarau panjang. BPBD Kota Batu dilaporkan menyiapkan langkah menghadapi musim kemarau 2026, termasuk rencana siaga darurat kekeringan.

Sejumlah wilayah di Kota Batu, seperti Kecamatan Bumiaji, Junrejo, dan Batu, dapat menjadi titik pemantauan ketersediaan air. Namun, belum dapat dipastikan bahwa desa-desa di wilayah tersebut sedang mengalami krisis air bersih berdasarkan data yang tersedia.

Antisipasi diperlukan untuk mengurangi risiko gangguan pasokan air, terutama bagi masyarakat yang mengandalkan sumur atau sumber air lokal.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Dari berbagai sumber
kekeringan Krisis Air Bersih malang raya kemarau