Simulasi BRIN: Jika Megathrust Selat Sunda Pecah, Tsunami 34 Meter Bisa Sapu Ujung Kulon

Nara Amelia • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 11:14 WIB
Peta Simulasi Tsunami Menggunakan Three-Level Nested Grid System. Foto: BRIN
Peta Simulasi Tsunami Menggunakan Three-Level Nested Grid System. Foto: BRIN

BATU, RADAR BATU - Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Nuraini Rahma, memaparkan hasil simulasi skenario terburuk jika megathrust di selatan Jawa dan Selat Sunda benar-benar pecah sekaligus. Simulasi ini penting dipahami bukan sebagai ramalan tanggal bencana, melainkan gambaran risiko untuk menyusun langkah mitigasi yang tepat.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Potensi Megathrust Selat Sunda M8,9, Ini Daftar Persiapan Darurat yang Perlu Disiapkan

Dampak di Jakarta: Jakarta Utara Menjadi Wilayah Paling Awal yang Terkena Imbas

Menurut simulasi BRIN, gelombang tsunami dari megathrust Selat Sunda diperkirakan mencapai pesisir utara Jakarta dengan ketinggian sekitar 1-1,8 meter. Waktu tempuhnya sekitar 2,5 jam sejak gempa pertama terjadi, memberi jendela waktu evakuasi yang relatif lebih longgar dibanding wilayah lain. "Jakarta Utara jadi wilayah paling awal di ibu kota yang menerima imbas, khususnya pesisirnya," ungkap Nuraini. Meski gelombangnya tergolong lebih kecil, tantangan Jakarta justru ada di kepadatan penduduk dan karakteristik tanah aluvial yang cenderung memperkuat guncangan gempa itu sendiri.

Dampak di Selat Sunda, Banten, dan Lampung: Tinggi Gelombang Tsunami Diperkirakan Mencapai 3-15 Meter

Kawasan yang langsung berhadapan dengan sumber gempa ini diperkirakan menerima dampak jauh lebih besar. Tinggi gelombang tsunami di Selat Sunda diproyeksikan mencapai 3-15 meter. Wilayah yang disebut berisiko tinggi antara lain Pandeglang, Lebak, Serang, Cilegon di Banten, serta Lampung Selatan, Pesisir Barat, Lampung Barat, Teluk Semangka, dan Teluk Lampung.

Dampak di Ujung Kulon: Tinggi Gelombang Maksimum Mencapai 34 Meter, Menjadi Titik Paling Ekstrem

Justru di sinilah proyeksi paling mengerikan muncul. Studi lain yang dikutip menyebut tinggi gelombang maksimum di Semenanjung Ujung Kulon bisa mencapai sekitar 34 meter, dengan rata-rata sekitar 11 meter jika skenario backthrust ikut pecah bersamaan. Wilayah pesisir selatan Jawa Barat dekat kawasan ini diperkirakan menerima tsunami tertinggi, hingga 20 meter.

Dampak di Jawa Timur: Titik Gelombang Mencapai 12 Meter

Meski episenter utama simulasi berpusat di segmen Jawa Barat-Selat Sunda, pesisir selatan Jawa Timur turut masuk dalam proyeksi dampak, dengan estimasi tinggi gelombang sekitar 12 meter, mengingat karakteristik zona subduksi yang menyambung sepanjang selatan Pulau Jawa.

Baca Juga: Megathrust Jawa Timur: Zona Sepanjang 440 Km yang Belum Pernah "Pecah" Total

Waktu Evakuasi yang Sangat Sempit

Salah satu temuan paling krusial yaitu tidak semua wilayah punya waktu evakuasi selonggar Jakarta. Wilayah Lebak di pesisir selatan Banten, misalnya, diperkirakan hanya punya waktu sekitar 18 menit sebelum tsunami tiba, jauh lebih singkat dibanding Jakarta yang punya 2,5 jam. Guncangan utama gempa sendiri diperkirakan berlangsung sekitar dua menit, dengan intensitas di Jawa Barat, Banten, dan Jakarta mencapai skala VI-VIII MMI, cukup untuk merusak berat bangunan yang tidak memenuhi standar tahan gempa.

Nuraini menegaskan pentingnya membedakan hasil simulasi ini dari prediksi waktu kejadian. "Jangan dimaknai secara keliru, seolah akan terjadi dalam waktu dekat," tegasnya. Yang bisa dilakukan justru memperkuat mitigasi non-struktural, seperti edukasi masyarakat, pelatihan simulasi evakuasi rutin, penyediaan sirene peringatan dini, dan jalur evakuasi yang jelas, terutama di wilayah dengan waktu tempuh tsunami sesingkat Lebak.

Baca Juga: 14 Zona Megathrust Kepung Indonesia, Ini Daftar Wilayah yang Perlu Waspada

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Dari berbagai sumber
tsunami megathrust BRIN