BMKG Rilis Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis, Ini Daftar Wilayah Berstatus Awas

Nara Amelia • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 08:53 WIB
Infografis peringatan dini kekeringan meteorologis periode 11-20 September 2026 yang dirilis BMKG. Foto: Instagram/@ppid_bmkg
Infografis peringatan dini kekeringan meteorologis periode 11-20 September 2026 yang dirilis BMKG. Foto: Instagram/@ppid_bmkg

BATU, RADAR BATU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi merilis peringatan dini kekeringan meteorologis untuk periode 11-20 September 2026 lewat akun Instagram resmi @ppid_bmkg. Peringatan ini mencakup empat kategori status: Tidak Ada Peringatan, Waspada, Siaga, hingga Awas, level tertinggi yang menandakan kondisi kekeringan paling mengkhawatirkan.

Daftar Wilayah Dengan Status Awas

Berdasarkan peta yang dirilis, sejumlah wilayah kabupaten/kota di berbagai provinsi masuk kategori status Awas, meliputi Bali, Banten, DKI Jakarta, Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Sumatera Selatan.

Baca Juga: 14 Zona Megathrust Kepung Indonesia, Ini Daftar Wilayah yang Perlu Waspada

Seluruh Provinsi Yogyakarta dan Jawa Timur Berstatus Awas Tanpa Terkecuali

Yang perlu jadi perhatian khusus, BMKG menegaskan seluruh wilayah di Provinsi Yogyakarta dan Jawa Timur berstatus Awas tanpa terkecuali, menjadikan dua provinsi ini sebagai wilayah dengan cakupan kekeringan paling luas dan merata dalam peringatan kali ini.

"Hai #SobatBMKG, potensi kekeringan meteorologis masih perlu diwaspadai," tulis BMKG dalam keterangan unggahannya.

Peringatan dini ini menjadi pengingat penting di tengah musim kemarau panjang yang juga memicu rentetan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia belakangan ini, termasuk di kawasan Jawa Timur sendiri seperti Gunung Butak dan Bromo yang hingga kini masih berjuang memadamkan api. Masyarakat di wilayah berstatus Awas diimbau lebih waspada terhadap penggunaan air, potensi kebakaran lahan, serta mengikuti arahan resmi dari BPBD setempat guna mengantisipasi dampak lebih lanjut dari kekeringan ini.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Potensi Megathrust Selat Sunda M8,9, Ini Daftar Persiapan Darurat yang Perlu Disiapkan

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Dari berbagai sumber
kekeringan yogyakarta jawa timur bmkg