BATU, RADAR BATU - Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (12/9) dini hari, getarannya dilaporkan terasa hingga ke berbagai daerah, termasuk Kabupaten Malang, Jawa Timur. BMKG mencatat episenter gempa berada di laut, sekitar 49 km barat laut Jakarta, dengan magnitudo 5,9 dan kedalaman yang tergolong sangat dalam, mencapai 376 km.
Kedalaman ekstrem inilah yang menjadi kunci mengapa guncangan bisa dirasakan di wilayah yang begitu luas meski jaraknya jauh dari pusat gempa. BMKG menjelaskan gempa ini memiliki mekanisme pergerakan geser turun atau oblique normal. "Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun (oblique normal)," demikian keterangan resmi BMKG.
Baca Juga: Viral Ramalan Pria Kanada, Frankie MacDonald, soal Gempa M9 Guncang Indonesia, Begini Kata BMKG
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap) dan laporan masyarakat, intensitas gempa bervariasi di tiap daerah. Wilayah Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, Cianjur, dan Tanggamus merasakan guncangan level IV MMI, cukup kuat hingga membuat gerabah pecah dan pintu berderik. Sementara itu, Kabupaten Malang bersama sejumlah daerah lain seperti Rancaekek, Lembang, Garut, Kota Bandung, Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo, hingga Kota Bengkulu dan Padang, merasakan intensitas lebih ringan di level II-III MMI, getaran yang cukup terasa nyata di dalam rumah, seolah ada truk besar melintas.
Waspada Gempa Susulan
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, serta selalu memantau informasi resmi lewat kanal-kanal terverifikasi guna menghindari simpang siur informasi di tengah kepanikan warga.
Baca Juga: Aturan Sound Horeg Resmi Berlaku di Jatim, Ini Batas Desibel dan Sanksinya
Editor : Aditya NovrianSumber : Dari berbagai sumber