Korban Penembakan di Jayawijaya Beneran Intel? Ini Klaim KKB

Nara Amelia • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 14:07 WIB
Personel Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) bersenjata di samping barang-barang yang diklaim hasil rampasan dari TNI-Polri. Foto: Ist
Personel Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) bersenjata di samping barang-barang yang diklaim hasil rampasan dari TNI-Polri. Foto: Ist

BATU, RADAR BATU - Tiga orang pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya kehilangan nyawa dalam insiden penembakan di Distrik Mulyama, Papua Pegunungan, pada Rabu (9/9/2026). Tak lama berselang, kelompok bersenjata yang menamakan diri KKB Papua Kodap III Ndugama Darakma, mengaku sebagai pihak di balik aksi tersebut. Kelompok ini memiliki keterkaitan dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Baca Juga: Viral Ramalan Pria Kanada, Frankie MacDonald, soal Gempa M9 Guncang Indonesia, Begini Kata BMKG

Yang menjadi sorotan, para pelaku tidak mengakui korban sebagai warga sipil murni. Mereka justru menuding ketiganya adalah agen intelijen militer yang menyamar sebagai pegawai dinas pemerintah.

Klaim Semacam Ini Bukan Hal Baru Dalam Konflik Bersenjata di Papua 

Tudingan semacam ini sebenarnya pola berulang dalam rangkaian kekerasan bersenjata di tanah Papua. Berkali-kali, kelompok KKB maupun OPM melabeli korban penembakan mereka sebagai "mata-mata" atau "intel", seolah untuk membenarkan tindakan mereka, meski klaim itu jarang bisa dibuktikan secara independen. Kementerian Pertahanan sendiri, merespons kasus-kasus serupa di masa lalu, konsisten membantah narasi ini dan menyebutnya sebagai upaya propaganda untuk mendiskreditkan pemerintah Indonesia, dengan menegaskan bahwa korban adalah warga sipil biasa.

Hingga saat ini, baik TNI maupun Polri belum mengeluarkan pernyataan resmi yang membenarkan atau membantah tudingan KKB soal identitas ketiga korban dalam kasus Distrik Mulyama ini.

Baca Juga: Dekat Bukit Teletubbies, Sabana Pengol Bromo Terbakar, Jalur Jemplang Ditutup

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Dari berbagai sumber
jayawijaya opm kkb