BATU, RADAR BATU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Gunung Butak yang berada di perbatasan Kota Batu dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, sejak Selasa (1/9). Titik api pertama kali terdeteksi di Petak 100 Pos 3, Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, sekitar pukul 12.46 WIB dan dilaporkan oleh Paguyuban Ojek Pendakian Gunung Panderman-Butak kepada BPBD Kabupaten Malang.
Hingga malam harinya, luas area terdampak diperkirakan mencapai 20 hektare. “Luasan terbakar kurang lebih 20 hektare,” ujar pejabat BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan. Kebakaran ini memaksa penutupan seluruh jalur pendakian sekaligus evakuasi massal ratusan pendaki dari tiga kawasan gunung yang saling terhubung, yakni Butak, Panderman, dan Bokong. Ketua Lembaga Masyarakat Desa dan Hutan (LMDH) Pesanggrahan, Ahmad Syaifudin, memastikan total 304 pendaki (182 dari Butak, 40 dari Panderman, dan 82 dari Bokong) berhasil dievakuasi turun dalam kondisi sehat.
Baca Juga: Viral Ramalan Pria Kanada, Frankie MacDonald, soal Gempa M9 Guncang Indonesia, Begini Kata BMKG
Api Kembali Menyala Setelah Sempat Padam
Meski sempat padam, api kembali menyala di titik yang sama pada Jumat (5/9) pagi. Administratur Perhutani KPH Malang, Kelik Djatmiko, mengonfirmasi kemunculan titik api susulan ini. "Api menyala kembali sejak jam 10 pagi tadi setelah sebelumnya sudah padam, titiknya sama," ungkapnya.
Proses pemadaman berlangsung berat karena medan yang sulit dan vegetasi kering. Relawan Nahdlatul Ulama (NU) Kota Batu turut turun tangan membantu petugas gabungan. Salah satu relawan, Mohson Hambali, menceritakan timnya sempat terbagi dua untuk menangani titik api dari sisi atas dan bawah gunung lewat jalur darat. "Kondisinya memang parah, tapi kami mencoba untuk mereduksi supaya api ini tidak menyebar," ujarnya. Namun, angin kencang akhirnya memaksa tim menghentikan pemadaman jalur darat demi keselamatan, sehingga penanganan dialihkan lewat water bombing udara yang telah dilakukan sebanyak enak kali pada Jumat (4/9).
Kebakaran Berdampak Hingga Bromo dan Kawah Wurung
Kebakaran di Gunung Butak ini merupakan bagian dari rangkaian karhutla yang melanda berbagai kawasan pegunungan dan konservasi di Jawa Timur sepanjang musim kemarau tahun ini, termasuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan Kawah Wurung. Menurut catatan Walhi Jatim, hingga pertengahan Agustus 2026 saja sudah ada sedikitnya 25 kejadian karhutla dengan total luasan mencapai lebih dari 10.800 hektare di seluruh provinsi, dipicu kombinasi musim kemarau panjang dan penguatan El Nino.
Baca Juga: Selain Kawah Bromo, Ini 3 Spot Alam di Malang yang Tak Kalah Memesona
Editor : Aditya NovrianSumber : Dari berbagai sumber