Tanggamus Diguncang 12 Gempa di Tengah Erupsi Hebat Anak Krakatau

Nara Amelia • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 17:00 WIB
Erupsi Gunung Anak Krakatau menyemburkan lava pijar di Selat Sunda. Foto: Ist
Erupsi Gunung Anak Krakatau menyemburkan lava pijar di Selat Sunda. Foto: Ist

BATU, RADAR BATU - Wilayah Kabupaten Tanggamus, Lampung, diguncang rentetan 12 kali gempa bumi, bersamaan dengan meningkatnya perhatian publik terhadap aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih terus berlangsung di Selat Sunda.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terkuat terjadi Senin (7/9) pukul 14.22 WIB, dengan magnitudo 3,0. Episenter gempa berada di koordinat 5,40 Lintang Selatan dan 104,65 Bujur Timur, sekitar 9 kilometer barat laut Tanggamus, dengan kedalaman 5 kilometer. BMKG menegaskan gempa ini termasuk kategori dangkal akibat aktivitas sesar aktif. "Getaran gempa dilaporkan dirasakan masyarakat di wilayah Kota Agung dan Sumberejo dengan intensitas II-III MMI," demikian keterangan BMKG, skala yang menandakan getaran terasa nyata di dalam rumah, seolah ada truk besar melintas.

Rentetan Gempa yang Terjadi Ditengah Rangkaian Erupsi Anak Krakatau

Rentetan gempa ini terjadi di tengah rangkaian erupsi Anak Krakatau yang tercatat sebagai yang terkuat sepanjang 2026. Sejak berstatus Siaga (Level III) pada 2 Juli 2026, gunung ini telah mengalami lebih dari 240 kali letusan. Puncaknya terjadi pada 4-5 September, ketika Anak Krakatau mengalami episode erupsi menerus selama 25 jam nonstop, disertai suara gemuruh dan semburan lava pijar yang bahkan sempat disiarkan langsung lewat media sosial dan disaksikan ribuan penonton.

Baca Juga: Viral Ramalan Pria Kanada, Frankie MacDonald, soal Gempa M9 Guncang Indonesia, Begini Kata BMKG

Kepala Badan Geologi menegaskan sumber letusan berasal murni dari kantong magma utama Anak Krakatau sendiri, sehingga tidak memicu aktivitas pada gunung api lain di Indonesia. Meski begitu, dampak abu vulkanik dari erupsi ini telah menjangkau tiga kecamatan pesisir Tanggamus, membuat jarak pandang di wilayah tersebut menjadi terbatas.

Badan Geogologi Menegaskan Bahwa Kemungkinan Letusan Susulan Tergolong Tinggi

Hingga kini, meski intensitas erupsi sempat menurun pada 6-7 September dibanding puncaknya, Badan Geologi menegaskan probabilitas letusan susulan dalam periode berikutnya masih tergolong tinggi. Ancaman utama tetap berasal dari lontaran batu pijar disertai hujan abu lebat, serta potensi aliran lava jika erupsi menerus kembali terjadi. Masyarakat di wilayah pesisir Selat Sunda diimbau untuk terus mengikuti perkembangan resmi dari BMKG dan Badan Geologi mengingat kondisi vulkanik dan seismik di kawasan ini masih terus dipantau secara ketat.

Baca Juga: 5 Tips dr. Tirta Hadapi Abu Vulkanik Anak Krakatau

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Dari berbagai sumber
Lampung gempa erupsi anak krakatau tanggamus