Apakah Gunung Bromo, Semeru, dan Raung Berada dalam Satu Jalur Magma yang Sama?

Nabillah Puteri Vinandika • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 16:10 WIB
Gunung Bromo, Jawa Timur, Indonesia. (Unsplash).
Gunung Bromo, Jawa Timur, Indonesia. (Unsplash).

 MALANG, RADAR BATU – Aktivitas vulkanik tiga gunung berapi di Jawa Timur, Bromo, Semeru, dan Raung, yang meningkat dalam periode berdekatan memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat: apakah ketiganya terhubung dalam satu jalur magma yang sama?

Berdasarkan pemantauan terbaru Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM, ketiga gunung tersebut kini berada pada status berbeda. Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, berada pada Level III atau Siaga, status tertinggi di antara ketiganya. Sementara Gunung Bromo di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan Gunung Raung yang membentang di Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember, sama-sama berada pada Level II atau Waspada.

Menanggapi fenomena beberapa gunung api yang menunjukkan aktivitas bersamaan, pakar geologi menegaskan bahwa kedekatan lokasi tidak serta-merta berarti gunung-gunung tersebut berbagi dapur magma yang sama.

"Apabila gunung api berada pada busur yang sama, terdapat kemungkinan adanya faktor tektonik yang sama-sama memengaruhi aktivitas vulkanik. Kendati demikian, hal tersebut tidak serta-merta berarti satu gunung memicu gunung lainnya," demikian penjelasan yang dikutip dari analisis ahli geologi terkait fenomena ini.

Bromo, Semeru, dan Raung sama-sama berada dalam kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) yang membentang di sepanjang busur vulkanik Pulau Jawa. Meski berada dalam satu busur tektonik besar yang sama, akibat pergerakan lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah lempeng Eurasia, setiap gunung api pada dasarnya memiliki sistem dapur magma (chamber) yang terpisah dan independen satu sama lain.

Penelitian mengenai aktivitas Semeru periode 2014-2023 turut mengungkap adanya suplai magma baru yang terus mengisi reservoir dangkal di bawah gunung tersebut, dengan estimasi volume material erupsi mencapai sekitar 46 juta meter kubik pada periode 2014-2020. Data ini menunjukkan sistem magma Semeru bergerak secara independen, tidak bergantung pada aktivitas Bromo maupun Raung di dekatnya.

Dengan banyaknya gunung api aktif tersebar di Indonesia, PVMBG menegaskan bahwa aktivitas vulkanik yang terjadi dalam periode berdekatan merupakan fenomena yang wajar terjadi mengingat karakteristik geologis Indonesia sebagai negara dengan jumlah gunung berapi aktif terbanyak di dunia, bukan indikasi adanya satu jalur magma tunggal yang menghubungkan seluruh gunung tersebut.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Dikutip dari Berbagai Sumber
Aktivitas Vulkanik Gunung Raung PVMBG gunung bromo gunung semeru