BATU, RADAR BATU - Hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mulai melanda kawasan pesisir Serang, Banten, sejak Sabtu (5/9) malam dan meluas hingga Jabodetabek dan Jawa Barat keesokan harinya. Menyikapi kondisi ini, dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi, membagikan lima imbauan penting lewat akun Instagram pribadinya untuk membantu masyarakat terdampak menjaga kesehatannya.
1. Gunakan Masker saat Beraktivitas di Luar Ruangan
Dr. Tirta menekankan pentingnya masker demi mencegah partikel abu terhirup ke saluran pernapasan, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah terdampak langsung.
2. Jangan Menyapu Abu, Gunakan Air
Untuk membersihkan abu yang menempel di rumah maupun halaman, dr. Tirta menyarankan untuk tidak menyapunya secara langsung. "Kalau kalian mau bersihin abu yang ada di rumah, di halaman, jangan disapu beneran, itu tambah terbang, tambah sesak napas dan batuk-batuk," ujarnya. Ia menyarankan penggunaan air agar abu langsung mengendap tanpa kembali beterbangan.
3. Bersihkan Wajah dengan Facial Wash, Jangan Digosok
Jika abu vulkanik mengenai wajah, dr. Tirta mengingatkan agar tidak langsung digosok karena berisiko menyebabkan lecet pada kulit. "Kalau kena muka, itu segera gunakan facial wash yang proper. Jangan langsung kegesek, karena bisa baret-baret," jelasnya.
4. Waspadai Gejala Gangguan Pernapasan
Dr. Tirta mengingatkan paparan abu yang terhirup berulang dapat memicu reaksi alergi, gangguan saluran pernapasan atas, bahkan berpotensi menyebabkan bronkitis pada kondisi yang lebih parah. Jika muncul gejala serius seperti sesak napas berat, pusing hebat, atau iritasi yang tak kunjung reda, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
5. Alihkan Olahraga Outdoor ke Indoor
Bagi yang terbiasa berolahraga di luar ruangan, Tirta menyarankan untuk sementara beralih ke aktivitas indoor. Aktivitas fisik outdoor membuat seseorang bernapas lebih cepat dan dalam, sehingga risiko abu terhirup semakin besar. Bagi yang tetap ingin berolahraga di luar karena keterbatasan tempat, penggunaan masker yang memadai tetap wajib.
Baca Juga: 7 Bandara Ditutup Imbas Erupsi Anak Krakatau, 1.039 Penerbangan dan 119 Ribu Penumpang Terdampak
Selama status Gunung Anak Krakatau masih berada di level siaga, dr. Tirta mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk terus memantau informasi resmi dari otoritas berwenang seperti PVMBG dan BMKG, sembari menerapkan langkah-langkah pencegahan ini demi menjaga kesehatan diri dan keluarga.
Editor : Aditya NovrianSumber : Dari berbagai sumber