BATU, RADAR BATU - Misteri hilangnya Mozza Axillia Gunarsa, remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, yang sempat menggantung setahun lamanya, akhirnya terungkap. Kerangka korban ditemukan terbungkus karung di lereng Jalan Tol Jangli, Tembalang, Kota Semarang, Jumat (4/9). Tak lama berselang, polisi berhasil menangkap pelakunya, pria berinisial MDVA (22), yang tak lain adalah teman dekat korban sendiri.
Alat Bukti Ditemukan di Perangkat Elektronik Orang Tua Korban Berupa Chat Instagram
Mozza dilaporkan hilang sejak Juni 2025, setelah pamit dari rumah menuju kawasan dekat Kodam. Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, mengungkap titik terang kasus ini bermula dari petunjuk tak terduga: akun media sosial korban yang ternyata masih aktif terkoneksi di salah satu perangkat elektronik orang tuanya. "Alat bukti yang kuat itu beberapa minggu yang lalu dari perangkat elektronik orang tuanya sendiri, chat Instagram," ungkap Bodia. Dari percakapan tersebut, polisi menemukan jejak komunikasi terakhir korban dengan sosok yang kemudian menjadi terduga pelaku.
Baca Juga: Eks Kepala UPT Pasar Induk Diduga Terima Rp 262,8 Juta. Kejari Buka Peluang Tersangka Baru
Setelah proses penyelidikan mendalam, polisi akhirnya berhasil melacak keberadaan MDVA hingga ke kampung halamannya di Blora, Jawa Tengah. Penangkapan berlangsung cukup naif, tim gabungan Resmob dan Satreskrim Polres Semarang membekuk pelaku pada Kamis malam (3/9) sekitar pukul 21.00 WIB, saat yang bersangkutan tengah asyik menonton pertandingan bola voli di Lapangan Voli Kalitengah, Banjarejo, Blora.
Pembunuhan Terjadi 3 Hari Sebelum Korban Dinyatakan Hilang
Dalam pengakuannya, MDVA mengaku telah membunuh Mozza pada 25 Juni 2025, tepat tiga hari sebelum laporan orang hilang resmi dibuat keluarga korban pada 28 Juni 2025. Usai melakukan aksinya, pelaku membungkus jasad korban ke dalam karung dan membuangnya ke lereng Tol Jangli, tempat kerangka tersebut akhirnya ditemukan setahun kemudian.
Motif Pembunuhan Masih Belum Diketahui
Kasat Reskrim PPA-PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Sriniti, turut mengonfirmasi identitas pelaku sesuai bukti yang diserahkan Polres Semarang. Hingga kini, motif pasti di balik pembunuhan tersebut masih didalami aparat kepolisian. "Kami masih mendalami motif utama pelaku membunuh korban secara tega dan membuang jasadnya hingga mengering menjadi kerangka," ujar Bodia.
Editor : Aditya NovrianSumber : Dari berbagai sumber