BATU, RADAR BATU - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan, untuk memperketat protokol kesehatan mandiri di tengah memburuknya kualitas udara ibu kota, Kamis (3/9). Masyarakat diminta menggunakan masker dan meminimalisir aktivitas di luar ruangan.
“Yang paling penting, terutama untuk kelompok rentan, balita, lansia, harus lebih berhati-hati. Kalau memang ketika kondisi udara nggak bagus, ya kalau bisa tidak keluar. Kalau pun harus beraktivitas, kalau kondisinya sedang tidak baik, boleh pakai pelindung, seperti masker," ujar Ani.
Baca Juga: Polusi Udara sebagai Faktor Ancaman Ganda: Dampak Pada Kesehatan Tubuh dan Mental
Kondisi ini melanjutkan tren memburuk yang sudah terpantai sejak beberapa hari terakhir. Berdasarkan data IQAir, kualitas udara Jakarta pada Rabu (2/9) pagi tercatat masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif, Indeks Kualitas Udara (AQI) di angka 127. Konsentrasi polutan PM2,5 saat itu mencapai 46,3 mikrogram per meter kubik, atau 9,3 kali lipat di atas standar tahunan yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Memburuknya Kualitas Udara Diakibatkan oleh Karhutla
Ani turut mengingatkan masyarakat yang mulai merasakan gejala gangguan pernapasan agar tidak menunda pemeriksaan medis dan segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat. Memburuknya kualitas udara ini erat kaitannya dengan meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia, khususnya Kalimantan dan Sumatra, yang kabut asapnya turut terbawa hingga ke Pulau Jawa.
Sebagai langkah antisipasi, Pemprov DKI bersama BMKG juga menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu menekan dampak polusi menjelang puncak musim kemarau.
Baca Juga: Destinasi Wisata Wajib Ramah Difabel dan Minim Polusi, Pakar Pariwisata UM: Jangan Sekadar Indah
Editor : Aditya NovrianSumber : Dari berbagai sumber