
RADAR BATU - Film Indonesia turut meramaikan layar lebar pada bulan September 2026. Dengan genre yang beragam, pencinta film karya anak bangsa memiliki banyak opsi. Mulai dari horor, komedi hingga drama, film-film Indonesia ini akan mewarnai watchlist sinefil di bulan September.
Munafik: Melawan Iblis (3 September)
Film ini menceritakan tentang Adam, seorang pengajar agama sekaligus praktisi ruqyah yang mengalami kecelakaan maut yang membuatnya kehilangan Aini, istrinya, di perjalanan pulang setelah membantu sebuah keluarga mengusir Iblis di tubuh anak mereka. Sejak saat itu ia berhenti melakukan ruqyah dan hidup dalam kesedihan berkepanjangan.
Sampai suatu hari, ia diminta Anwar untuk menyelamatkan Fitri, seorang perawat sekaligus putri dari figur yang dihormati di desa tempat Adam tinggal. Adam yang awalnya menolak menemukan alasan untuk kembali melakukan ruqyah karena mengingat pesan mendiang istrinya. Namun, seiring waktu ia menemukan ada rahasia gelap di balik teror gaib yang menimpa Fitri.
Autopsy Dead Body Can Talk (3 September)
Mengisahkan tentang Hastry, seorang dokter forensik yang selama ini berpegang pada sains dan fakta, mengabdikan hidupnya untuk menerjemahkan jejak-jejak kematian menjadi bukti yang dapat mengungkap kebenaran. Namun di balik setiap tubuh yang ia periksa, Hastry kerap menangkap firasat, empati, dan petunjuk yang tak selalu dapat dijelaskan oleh logika.
Di tengah serangkaian kasus misterius, Hastry terpaksa menyeimbangkan ilmu forensik dengan kepekaan yang tak sepenuhnya ia pahami, sementara kemampuan tersebut perlahan menguji integritas, keyakinan, kehidupan keluarganya, serta kredibilitasnya di hadapan para penyidik yang hanya percaya pada bukti.
Saat fakta yang terlihat tak selalu mengarah pada kebenaran, Hastry harus membuktikan bahwa sains dan nurani dapat berjalan berdampingan demi menghadirkan keadilan bagi mereka yang telah dibungkam oleh kematian.
Baby Udon (3 September)
Menceritakan tentang Fanny Kondoh, seorang perempuan muda asal Indonesia, yang jatuh cinta dengan Hajime Kondoh, seorang pria asal Jepang yang datang ke Indonesia untuk urusan pekerjaan.
Setelah menikah, Fanny dan Hajime mulai menjalani kehidupan rumah tangga dengan segala suka dukanya. Di tengah perjuangan mereka untuk mewujudkan impian memiliki buah hati, cobaan datang ketika Hajime divonis memiliki penyakit kanker.
Bapakmu Kiper (3 September)
Film ini menceritakan tentang Warto, seorang penjual ikan sekaligus mantan kiper tarkam, ingin membantu anaknya, Dino, seorang striker berbakat, menang Tarkam Super Cup agar dilirik pencari bakat. Namun, Dino enggan menerima bantuan Warto karena hubungan ayah-anak yang telah lama renggang.
Saat tim kebanggaan Dino, Serigala Sakti, dibajak konglomerat lokal tepat sebelum final, Warto melihat kesempatan terakhir untuk memperbaiki segalanya. Ia nekat membentuk ulang tim dari para Serigala tua yang kini sudah jadi bapak-bapak pasar, termasuk dirinya sendiri. Mampukah seorang bapak memenangkan pertandingan sekaligus merebut kembali kepercayaan anaknya?
Agensi Rumah Tangga (10 September)
Mengisahkan tentang Katia, seseorang yang di-PHK dan membutuhkan pekerjaan baru untuk membayar KPR dan akhirnya memutuskan menjadi penyalur asisten rumah tangga (ART).
Berbagai drama yang penuh romantika membuatnya bimbang antara mencari pekerjaan baru sesuai harapan ibunya, atau mempertahankan para ART yang sudah jadi keluarga baru baginya.
Iyus Jenius (10 September)
Menceritakan tentang Iyus, bocah berusia 10 tahun yang kehilangan semangat belajar dan kepercayaan dirinya setelah kehilangan sang ayah dalam sebuah kecelakaan. Hingga suatu hari, ia bertemu Babah T-Bob, sosok penuh keceriaan yang membimbingnya melalui lagu, permainan, dan pelajaran hidup.
Perlahan, Iyus tumbuh menjadi anak yang cerdas, berani, dan menginspirasi orang-orang di sekitarnya. Namun, siapakah sebenarnya Babah T-Bob, dan mampukah Iyus menemukan kembali kebahagiaan setelah kehilangan orang yang paling ia cintai?
Jangan Lupa Bahagia (10 September)
Film ini menceritakan tentang Ulla yang harus menjadi tulang punggung bagi kedua adiknya, Imma dan Ikbal, setelah orang tua mereka meninggal. Tinggal menumpang di rumah kosong milik sahabat ayah mereka membuat Ulla bertekad agar kedua adiknya tetap bersekolah demi mewujudkan impian orang tua mereka yang telah tiada.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Ulla bekerja keras sebagai tukang ojek online. Namun cobaan datang saat ponsel yang menjadi alat utamanya untuk bekerja rusak parah setelah terjatuh dan terinjak motor. Di saat yang sama, mereka juga harus meninggalkan rumah tumpangan karena anak pemilik rumah memutuskan untuk menjualnya.
Suanggi: Ilmu Kutukan (10 September)
Mengisahkan tentang Beni yang terlilit utang ratusan juta, pulang ke kampung halamannya di Pulau Kladum bersama kekasihnya Gia dengan alasan menjenguk ibu angkatnya, Mama Lin yang sedang sakit keras. Namun, tujuan sebenarnya adalah mencuri harta tersembunyi keluarganya untuk menutupi utang.
Setelah 13 tahun pergi dan kembali ke kampung halamannya, Beni diteror kekuatan gaib kiriman Aroba, seorang SUANGGI yang mengirim serangan lalat untuk membunuh keluarga Mama Lin dan warga Pulau Kladum, sekaligus mengungkap rahasia kelam yang selama ini disembunyikan Beni.
Urang Bunian (17 September)
Menceritakan tentang Teddy, seorang prajurit, dan sahabatnya Kevin, yang nekat melanjutkan perjalanan di tengah malam meski telah diperingatkan untuk menunggu hingga pagi dalam perjalanan menuju kampung halaman istrinya di pedalaman Sumatera Barat.
Keputusan itu membawa mereka memasuki wilayah terlarang yang diyakini sebagai dunia Urang Bunian, makhluk gaib yang hidup berdampingan dengan manusia. Tersesat di hutan yang seolah hidup dan mampu memutar balikkan kenyataan, keduanya harus menghadapi teror tak kasatmata dan menemukan jalan pulang sebelum mereka lenyap selamanya.
Akal Imitasi (17 September)
Berlatar di tahun 2029, film ini menceritakan tentang adanya PIKO, sistem pembelajaran berbasis AI milik SD Cendekia Bangsa. Namun, teknologi yang seharusnya membantu semua siswa justru menciptakan kesenjangan. Neo, siswa dengan akses PIKO Premium, selalu unggul, sementara Ika, siswi cerdas dari keluarga sederhana, harus berjuang menghadapi keterbatasan.
Saat rasa putus asa membawa Ika ke sebuah tempat misterius bernama BLOX HUB, ia bertemu Rafi, sosok yang mengubah cara pandangnya tentang belajar dan arti kecerdasan. Namun, persahabatan mereka segera menjadi ancaman ketika sebuah perusahaan teknologi memburu Rafi demi menutupi rahasia besar yang dapat mengubah masa depan pendidikan.
Dalam petualangan yang menegangkan sekaligus menghangatkan hati, Ika dan teman-temannya berjuang mempertahankan nilai-nilai yang tidak dapat diprogram oleh teknologi, membuktikan bahwa teknologi dapat membantu manusia belajar tetapi tidak akan pernah mampu menggantikan hati, karakter, dan peran seorang guru.
Istimewa (17 September)
Film ini menceritakan tentang Aldo, Bimo, Ken, Nita dan Mul yang merupakan lima anak dengan disabilitas. Mereka hidup di rumah istimewa sebagai keluarga bersama Pak Mahendra, sosok Ayah yang penuh kasih, dan seorang sukarelawan, Mbak Kinan yang setia merawat mereka. Saat Ayah divonis kanker dan memilih pergi diam-diam agar mereka tak melihatnya melemah, anak-anak nekat melakukan perjalanan untuk mencarinya.
Di tengah pencarian, mereka bertemu Bagas dan Aji yang membawa mereka menjadi viral melalui panggung PWO dengan bergabungnya Ella. Perjalanan itu menguji persahabatan dan ketulusan yang sesungguhnya. Setelah melalui berbagai rintangan, mereka menemukan titik cerah untuk bertemu kembali dengan Ayah.
Rumah Istimewa kembali berdiri, tetapi sebuah kehilangan mengajarkan bahwa tak ada yang abadi, melainkan hidup melalui kasih dan maaf. Apakah mereka bisa bertahan menghadapi dunia sebagai sebuah keluarga?
Bisikan Desa Gringsing (24 September)
Menceritakan tentang Hesti yang terbangun di rumah sakit setelah upaya bunuh diri yang gagal, dihantui oleh kekosongan emosional yang ditinggalkan oleh ayahnya, Darmono, yang telah lama terasing. Putus asa mencari jawaban, ia memutuskan untuk mencari ayahnya.
Dengan tekad bulat dan penuh rahasia, Hesti berpetualang sendirian ke Gringsing, sebuah desa terpencil dan sangat terisolasi yang dikelilingi tembok-tembok tinggi. Mengabaikan peringatan kepala desa, Hesti menerobos masuk, hanya untuk menyaksikan entitas supernatural mengerikan yang dengan kejam membunuh siapapun yang mencoba keluar.
Saat Hesti menggali lebih dalam, ia mengungkap sejarah desa yang kelam dan terpendam, dan menyadari bahwa kunci keselamatan mungkin terletak pada bagaimana menghadapi masa lalunya yang menyakitkan. Apa yang dimulai sebagai pencarian pribadi berubah menjadi pertempuran penebusan dosa untuk dirinya sendiri dan seluruh desa yang terjebak dalam ketakutan.
Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu? (24 September)
Film ini mengisahkan seorang ibu tunggal yang bekerja sebagai perancang gaun pengantin dan tinggal bersama putrinya, Rere. Keduanya memiliki hubungan yang dekat, meskipun Rere cenderung tertutup dan mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Kehidupan mereka berubah ketika sang ibu mengetahui bahwa dirinya menderita penyakit serius dan memiliki waktu hidup yang terbatas. Sang ibu menyembunyikan kondisi kesehatannya dari Rere agar putrinya tidak merasa cemas.
Ia kemudian berusaha menggunakan sisa waktunya untuk membahagiakan Rere sekaligus mempersiapkan putrinya agar dapat menjalani kehidupan secara mandiri setelah kepergiannya. Ia juga mengajarkan berbagai keterampilan dan mempersiapkan sejumlah hal untuk masa depan Rere, termasuk membuat gaun pengantin yang diharapkan dapat dikenakan putrinya kelak.
Memburu Pemangsa (24 September)
Film ini menceritakan tentang Agnes, pemimpin redaksi Daily Wave News, yang telah menolak kemampuan supernatural sejak kematian putrinya sendiri, terseret ke dalam kasus menghilangnya 7 anak di satu kawasan setelah seorang anak diculik tepat di depan matanya.
Bersama 3 jurnalis perempuan, Cia, Brina dan Anya, serta ditemani seorang polisi bernama Petra, mereka menginvestigasi kasus gelap ini dan berujung hanya memiliki dua pilihan. Mundur untuk menyelamatkan diri, atau mempertaruhkan nyawa demi anak-anak yang tidak pernah mampu dilindungi.
Editor : Aditya NovrianSumber : Sumber dari berbagai sumber