Demo Besar 27 Agustus di DPR, Berbagai Aliansi Bawa Tuntutan Berbeda

Nara Amelia • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:15 WIB
Demo besar siap kepung DPR besok/ Foto: Riana Setiawan
Demo besar siap kepung DPR besok/ Foto: Riana Setiawan

BATU, RADAR BATU - Rencana aksi unjuk rasa berskala besar akan memusat di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/8). Aksi ini melibatkan beberapa kelompok berbeda dengan misi masing-masing, mulai dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Aliansi Gerakan Masyarakat Menggugat (GERAM), hingga DPP Brigade Merah Putih Indonesia dan Aliansi Tiga Pilar Demokrasi Bogor Raya.

AMPB Menuntun Hukuman Mati Bagi Pelaku Korupsi

AMPB membawa dua tuntutan utama: mendesak DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset, serta meminta penerapan hukuman mati bagi pelaku korupsi. Kelompok ini juga mendesak penuntasan kasus dugaan korupsi yang melibatkan pejabat Pemkab Pati. Perwakilan Tim Advokasi AMPB, Vander Waruwu, memastikan aksi ini akan berlangsung damai. “Kami tetap konsisten, kami melakukan aksi damai,” tegasnya.

Sementara itu, Aliansi GERAM yang terdiri dari 14 organisasi mahasiswa dan masyarakat sipil mengusung tagar #MerebutKembaliIndonesia dan menyiapkan sekitar 1.000 massa. Aksi yang akan dimulai pukul 14.00 WIB ini membawa 10 tuntutan mencakup isu politik, ekonomi, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, hingga demokrasi. “Aksi pada 27 Agustus 2026 ini bukan sekadar penyampaian pendapat biasa di jalanan, melainkan bentuk pertanggungjawaban dan pengawasan publik terhadap DPR RI,” ujar Koordinator Aksi GERAM, Ahmad Mixel.

Polisi Perkirakan Ratusan Massa

Dari sisi keamanan, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyebut pihaknya baru menerima dia pemberitahuan resmi dengan estimasi 100 hingga 200 massa aksi. Rangkaian aksi terkait RUU Perampasan Aset ini diperkirakan berlangsung sejak 20 hingga 28 Agustus 2026.

Meski begitu, rencana demi ini juga menuai penolakan dari sejumlah pihak. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) AI Washliyah DKI Jakarta secara tegas menolak demonstrasi ini demi menjaga stabilitas keamanan ibu kota. Ketua PW GP AI Washliyah DKI Jakarta, Dedi Siregar, meminta kelompok-kelompok penuntut untuk tidak membawa nama publik secara sepihak demi kepentingan agenda kelompok semata.

Baca Juga: Imbas Maraknya Aksi Demonstrasi di Sejumlah Daerah, 28 Rombongan Batalkan Trip Wisata ke Kota Batu

Warga di sekitar kawasan Jakarta Pusat diimbau mewaspadai potensi kemacetan lalu lintas, khususnya di area Semanggi dan Patung Kuda Gambir, meski polisi belum merilis daftar resmi titik pemusatan massa.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Dari berbagai sumber
27 agustus ruu perampasan aset dpr demo