BATU, RADAR BATU - Polemik pemblokiran rekening Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Mas Botok, terus merembet ke berbagai lini. Selain memicu koreksi saham Bank Mandiri (BMRI), gelombang boikot yang meluas di media sosial ini juga membuat sejumlah nasabah ramai-ramai memindahkan rekening mereka ke bank lain, BCA menjadi salah satu tujuan favorit.
CEO Forest Bev Ancam Pindahkan Payroll 120 Karyawan dari Bank Mandiri
Fenomena ini bahkan sampai menyeret nama korporasi. CEO Forest Bev dilaporkan mengumumkan rencana memindahkan payroll 120 karyawannya dari Bank Mandiri ke BCA sebagai bentuk protes. Di media sosial, mayoritas tangkapan layar yang beredar juga menunjukkan warganet beramai-ramai berpindah ke BCA, Bank Jago, dan SeaBank.
Saham Bank BCA Terus Naik, Sementara Saham Bank Mandiri Terus Menurun
Di sisi lain, performa saham BBCA memang tengah dalam tren positif belakangan ini, meski faktor utamanya lebih terkait sentimen fundamental ketimbang dampak langsung dari isu boikot Mandiri. Investor asing tercatat melakukan net buy signifikan mencapai Rp2,14 triliun sepanjang 1 Juli hingga 21 Agustus 2026, seiring rencana BCA membagikan dividen interim kedua tahun buku 2026 senilai Rp25 per saham atau setara Rp3,07 triliun yang telah disetujui Dewan Komisaris pada 19 Agustus lalu.
Pada penutupan Selasa (25/8), saham BCA berada di level Rp6.400, sementara saham BMRI justru melemah 0,47 persen ke Rp4.200 pada hari yang sama di tengah ramainya sorotan publik.
Baca Juga: Logo Bank Mandiri di Wisma Mandiri Dicopot, Buntut Boikot Massal Usai Blokir Rekening Aktivis
Meski demikian, sejumlah analis mengingatkan bahwa pergerakan harga saham tidak bisa serta merta dikaitkan langsung dengan sentimen boikot di media sosial saja, mengingat harga saham dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kondisi ekonomi makro, kinerja perusahaan, hingga kebijakan dividen masing-masing bank.
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Dari berbagai sumber