BATU, RADAR BATU – Kisah pengorbanan seorang dokter yang menolong ratusan warga korban gempa di Nusa Tenggara Timur sedang ramai dibicarakan di aplikasi X.
Seorang Dokter perempuan bernama Melinda Bella menjadi satu-satunya tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Dampek, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 16 hingga 17 Agustus 2026.
Melinda mengungkapkan bahwa situasinya pada dua hari tersebut sangat tidak mudah baginya. Ia mengungkapkan bahwa kondisi wilayah Dampek saat itu sulit diakses akibat jalanan yang putus dan longsor. Dengan kondisi tersebut, dokter perempuan itu tetap membantu pasien dan warga korban gempa dengan fasilitas kesehatan yang terbatas.
”pasien-pasien banyak sekali berdatangan kesini dengan kondisi yang berat, jujur saya gak mampu,” ujar Melinda. Dilansir dari video dokumentasi BBC News.
Pada masa penanganan paska gempa tersebut, kondisi Puskesmas Dampek tempat Melinda bekerja, sudah hancur karena gempa. Dokter Melinda harus mengobati para korban paska gempa dengan fasilitas dan tenaganya yang terbatas. Ia bahkan hanya dapat memeriksa dengan stetoskop yang dibawanya.
Dokter Melinda bahkan tidak beristirahat selama 2 hari demi berjaga dan mengobati korban paska gempa di NTT. Di hari kedua tersebut kemudian ia mengirimkan pesan kepada rekan medis lain untuk mengirimkan bantuan tenaga medis ke lokasinya.
Baca Juga: Ganjar dan Risma Datang ke NTT, Kunjungi dan Berikan Langsung Bahan Pangan Pokok Bagi Para Pengungsi
Pesan Melinda tersebut diunggah rekan medis lain di sosial media dan menjadi viral. Usai pesan tersebut beredar, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) mengirimkan bantuan 3 tenaga medis yaitu 1 dokter dan 2 perawat.
Dan setelahnya, di hari ketiga paska gempa, Timsar dan relawan mengirimkan tenaga medis dan membangun posko bantuan. Kemudian, RSUD Kota Dampek juga turut memberikan bantuan.
Kini, Dokter Melinda merasa lebih terbantu dengan tersedianya tenaga kesehatan tambahan. Meski begitu, ia mengungkapkan bahwa fasilitas medis yang tersedia di Dampek masih terbatas. Ia berharap dapat memperoleh bantuan berupa obat-obatan dan peralatan medis.
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari beberapa sumber