Pengorbanan Terakhir Kakek 80 Tahun di KM Nurul Salsa, Berikan Pelampung Demi Selamatkan Cucu

Hawwa Aulia Nur • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 09:00 WIB
Kakek Umar Kenakan Jaket Pelampung ke Cucunya. (Sumber: X).
Kakek Umar Kenakan Jaket Pelampung ke Cucunya. (Sumber: X).

BATU, RADAR BATU – Tragedi nahas yang terjadi pada Rabu, 15 Juli 2026 lalu menenggelamkan Kapal Motor (KM) Nurul Salsa  dan 78 penumpang.

Hingga saat ini, Tim Basarnas berhasil menemukan 59 penumpang dengan selamat dan masih terus mencari 17 orang yang menghilang di perairan Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. 

Kecelakaan yang dialami KM Nurul Salsa ini meninggalkan duka dengan adanya korban yang tewas maupun menghilang. Tragedi ini juga menyisakan kisah perjuangan yang memilukan dari para penumpang yang berjuang demi bertahan hidup. 

Baca Juga: Update dan Kronologi KM Nurul Salsa Tenggelam di Selayar: Jumlah Korban 78 Orang, 25 Masih Hilang

Salah satu kisah pilu dari tragedi ini adalah perjuangan kakek Umar yang berusia 80 tahun dalam menyelamatkan cucunya Naurah yang berusia 13 tahun. 

Munawir, penumpang yang selamat dari tragedi nahas tersebut menyaksikan dan menceritakan kisah tersebut kepada wartawan pada Selasa, 21 Juli 2026.

Kecelakaan kapal tersebut bermula ketika KM Nurul Salsa berhenti di tengah perairan Pulau Polassi karena kendala mesin. Awak kapal menghimbau seluruh penumpang menggunakan jaket pelampung. 

Awalnya penumpang masih tenang karena mengira kendala mesin tersebut masih dapat ditangani. Para penumpang mulai cemas setelah beberapa beberapa jam mesin kapal tersebut tak kunjung menyala. 

Kondisi tersebut memburuk saat gelombang laut semakin tinggi dan menghatam kapal hingga oleng. Saat kapal oleng, Munawir melihat Kakek Umar yang mengenakan pelampung pada cucunya. Di sisi lain, kakek Umar tak mengenakan jaket pelampung. 

Baca Juga: Kisah Tragis Rafting Sungai Brantas 2014 Kota Batu yang Kembali Viral, Begini Tanggapan Keluarga Korban

Puncak nahas peristiwa itu terjadi saat ombak besar menghantam kapal dan menenggelamkan kapal. Para penumpang terlempar ke laut dan kakek Umar ikut tenggelam. Sedangkan Naura yang mengenakan pelampung terbawa arus ombak.

Di tengah ombak laut, Munawir masih mendengar suara Naurah yang meminta tolong dan memanggil-manggil kakeknya. Munawir berenang mendekati Naurah dan menolongnya. Ia menaikkan Naurah ke atas gabus yang mengapung di laut. 

”Naurah dia cari kakeknya, karena kakeknya itu ketika kapal tenggelam dia juga ikut turun (tenggelam). Naurah ini jauh dari gabus, Saya lihat Naurah, langsung saya ambil anak itu, saya naikkan ke atas gabus,” Jelas Munawir. (dilansir dari Kumparan).

Munawir berupaya hidup ditengah ombak laut bersama Naurah. Namun ketika ombak besar kembali menghantam, Naurah menghilang dan tidak lagi terlihat. 

Baca Juga: Dua Jasad Turis China di Labuan Bajo Masih Menunggu Pemulangan

Hingga saat ini, Tim SAR baru menemukan satu korban yang tewas. Sedangkan 17 korban lain yang menghilang, masih dalam proses pencarian.

 

 

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari beberapa sumber
kapal tenggelam KM Nurul Salsa Kakek Umar Naurah Kisah Pilu Kapal