1.000 Kopdes Merah Putih Mulai Beroperasi, Prabowo Akui Masih Terkendala Listrik dan Jaringan Internet

Fitri Cahya Dwi Anggriani • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 02:00 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto. (Istimewa).
Presiden RI, Prabowo Subianto. (Istimewa).

JAKARTA, RADAR BATU – Lebih dari 1.000 Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dilaporkan mulai beroperasi. Kendati demikian, Presiden Prabowo mengakui bahwa terdapat sejumlah kendala di lapangan mengingat usia operasional koperasi yang masih relative baru.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7).

Prabowo memaklumi adanya masalah teknis seperti belum optimalnya pasokan listrik, terbatasnya akses air bersih, hingga belum tersedianya jaringan internet di sejumlah wilayah.

Baca Juga: Mensesneg Prasetyo Hadi dan Pakar Hukum Pidana Tegur Hotman Paris: Kasus Eks Jampidsus Murni Hukum, Jangan Dikaitkan dengan Presiden Prabowo

“Tentunya baru satu setengah bulan beroperasi banyak kekurangan. Ada yang listriknya belum baik, ada yang airnya belum baik, ada yang belum dapat internet dan sebagainya,” kata Prabowo.

Meski tengah menghadapi berbagai kendala dan kekurangan, proses pembangunan Kopdes Merah Putih terus dipercepat hingga mencapai puluhan ribu unit pada akhir tahun 2026 mendatang.

Prabowo optimis target besar dapat dikejar. Berdasarkan laporan yang diterimanya, pemerintah menargetkan sebanyak 30.000 Kopdes Merah Putih dapat rampung dan beroperasi pada akhir tahun ini.

Baca Juga: Bupati Lombok Barat Terjaring OTT, Pihak KPK Giring 7 Orang ke Gedung Merah Putih

“Tapi dalam waktu dekat saya mendapat laporan akhir tahun ini kita bisa selesaikan 30.000 koperasi desa dan kelurahan merah putih 30.000,” ujarnya.

Ia menilai pencapaian besar tersebut akan menjadi pijakan besar bagi perekonomian warga. Sebab, koperasi yang didirikan tak sekadar berstatus badan hukum, tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas fisik yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Prabowo menyebut bahwa setiap koperasi akan dilengkapi Gudang dan fasilitas penyimpanan berpendingin (cold storage) untuk menampung hasil panen petani. Dengan begitu, hasil pertanian tidak mudah rusak dan dapat disimpan lebih lama.

Baca Juga: Prabowo Gelar Rapat 5 Jam, Intens Evaluasi MBG dan Koperasi Desa

Selain itu, pemerintah turut menyiapkan berbagai sarana pendukung, mulai dari armada angkutan, gerai usaha, penyediaan obat generik murah, hingga bengkel perbaikan alat dan mesin pertanian (alsintan).

“Tiap koperasi akan punya dua truk. Sekarang mungkin baru satu dan akan datang secara bertahap. Tiap koperasi akan punya gerai-gerai. Tiap koperasi akan menjual obat generik murah. Tiap koperasi akan punya bengkel untuk memperbaiki alsintan,” katanya.

Koperasi desa juga dikabarkan akan menjadi saluran distribusi berbagai barang subsidi dari pemerintah ke masyarakat. Karena itu, ia menegaskan barang subsidi tidak boleh diperjualbelikan untuk kepentingan pihak tertentu.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari beberapa sumber
kopdes merah putih 1000 kopdes beroperasi pabrik tekstil