Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Mengenang Rachmat Gobel: Dari Tukang Sapu Pabrik Menjadi Pemimpin Kerajaan Bisnis Gobel Group

Fitri Cahya Dwi Anggriani • Jumat, 10 Juli 2026 | 20:00 WIB
Anggota DPR RI Fraksi NasDem, Rachmat Gobel. (Sumber: NasDem).
Anggota DPR RI Fraksi NasDem, Rachmat Gobel. (Sumber: NasDem).

JAKARTA, RADAR BATU – Berita duka datang dari dunia politik tanah air. Anggota DPR RI Fraksi NasDem, Rachmat Gobel meninggal dunia di Jakarta pada Jumat (10/7) pukul 03.20 WIB dini hari.

Jenazah almarhum dikabarkan telah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, di hari yang sama pada pukul 14.35 WIB.

Kepergian tokoh yang dikenal sebagai pengusaha dan politisi nasional ini meninggalkan luka mendalam bagi publik. Rachmat Gobel merupakan generasi kedua keluarga Gobel yang mengendalikan Gobel Group.

Lahir di Gorontalo, 3 September 1962 dari krluarga pebisnis, perjalanan hidup Rachmat Gobel dibentuk oleh latar belakang pendidikan yang kuat sejak masa muda.

Baca Juga: Resmi! Bapenda Jakarta Tetapkan Pajak Kendaraan Listrik Berbasis Baterai 0 Persen

Rachmat Gobel merupakan anak kelima dari pasangan pebisnis Drs H Tayeb Mohammad Gobel dan Annie Nento Gobel. Karakter kepemimpinan dan kewibawaannya sudah mulai terlihat sejak usia muda. Dididik sejak kecil untuk menjadi pewaris dan pemimpin perusahaan Kelompok Usaha Gobel yang didirikan orang tuanya, ia menempuh jenjang pendidikannya dengan bekal kedisiplinan yang kuat.

“Berbagai posisi di perusahaan pun dijalaninya, dari tukang sapu pabrik saat masih di bangku SMP, hingga posisi manajerial,” tulis situs NasDem.

Setiap libur sekoalah tiba, Rachmat wajib mengikuti latihan kerja di sebuah pabrik selama sehari penuh dengan menjalani kesehariannya bak karyawan hingga menjadi tukang sapu pabrik. Pada saat itulah, ayahnya mulai mengajak Rachmat berdiskusi mengenai dunia usaha.

Setelah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA), Rachmat melanjutkan studinya Universitas Chuo di Tokyo, Jepang dengan jurusan Perdagangan Internasional.

Baca Juga: Dijaga Prajurit Bersenjata Laras Panjang, Mabes TNI Buka Suara soal Pengamanan Rumah Jampidsus

Tidak sekadar untuk memperdalam pengetahuannya tentang bisnis, Keputusan kuliah di Jepang ini didorong oleh keinginan kuat untuk mendalami wawasan budaya dan bahasa Jepang. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah komunikasi dengan rekan utama bisnis Kelompok Usaha Gobel, yaitu Matsushita Electric Industrial Co., Ltd. (sekarang Panasonic Corporation).

Setelah empat tahun menempuh pendidikan di bangku perkuliahan, ia memutuskan untuk melakukan praktik kerja di kantor pusat Matsushita Electric Industrial di wilayah Osaka, Jepang hingga ia berhasil ditempatkan di sejumlah divisi dalam group tersebut.

Pada tahun 1989, saat usianya menginjak 27 tahun, Rachmat kembali ke Jakarta untuk bergabung dengan Kelompok Usaha Gobel. Dia menjadi Asisten Presiden Direktur di PT National Gobel yang sekarang bernama PT Panasonic Manufacturing Indonesia.

Baca Juga: Dari Dikuntit Densus 88 hingga Konvoi Brimob, Ini Rentetan Teror yang Buat Jampidsus Febrie Ardiansyah Dijaga Ketat TNI

“Pendidikan keras dari keluarga membentuk karakter kuat dan perhatian terhadap tenaga kerja khususnya pembangunan sumber daya manusia (SDM),” tulis situs NasDem.

Rachmat meyakini bahwa kunci kesuksesan ada pada pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), bukan produk. Meningkatnya kualitas SDM, maka kualitas produk juga ikut meningkat.

"Kita harus memanusiakan manusia," ujarnya ketika ditanya filosofi arah pembangunan SDM-nya.

Editor : Aditya Novrian
#Rachmat Gobel #nasdem #dpr ri #meninggal dunia