JAKARTA, RADAR BATU – Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin yang berada di wilayah Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Upaya pemadaman api di lokasi tersebut terhitung telah memasuki hari kedelapan pada Minggu (5/7).
Kebakaran yang terjadi di TPA Jatiwaringin menjadi sinyal waspada bagi daerah lain. Kebakaran tersebut dinilai berpotensi terjadi kembali atau berulang di tempat pembuangan sampah lain jika tidak segera diantisipasi.
Menyikapi hal tersebut, Wakil Menteri Lingkungan Hidup (LH) Diaz Hendropriyono mengimbau kepada seluruh kepala daerah untuk mengantisipasi risiko kebakaran (TPA) sebagai dampak fenomena El Nino.
Baca Juga: Budaya LGBTQ Masuk Daftar Ancaman Nonmiliter di Perpres Jakumhaneg, Kemhan Belum Beri Penjelasan
Ia menjelaskan bahwa terdapat edaran per 1 Juli yang telah dikeluarkan oleh Menteri LH/Kepala BPLH, Moh Jumur Hidayat terkait antisipasi kebakaran di kawasan TPA akibat El Nino.
Edaran tersebut berisi sejumlah poin penting tentang hal apa saja yang dapat dilakukan oleh para kepala daerah untuk mengantisipasi dampak fenomena El Nino.
Salah satunya, yakni langkah tanggap darurat. Langkah tersebut perlu diambil guna mengantisipasi kebakaran infrastruktur sampah, terutama pada TPA open dumping yang memproduksi gas metana dalam jumlah besar.
"WMO (World Meteorology Organization) sudah memberikan warning bahwa El Nino kali ini akan lebih gawat lagi, artinya kita harus antisipasi akan ada potensi kebakaran lain di TPA di seluruh Indonesia," kata Wamen Diaz, Minggu (5/7).
Baca Juga: Bikin Nilai Turun, Ini 3 Faktor Utama yang Merusak Kualitas Tidur Pelajar
Usai meninjau langsung TPA Jatiwaringin pada Sabtu (4/7), Diaz memastikan pemerintah mengedepankan keselamatan dan kesehatan warga sekitar TPA, mengingat kebakaran yang melanda telah memasuki hari kedelapan sejak indikasi kepulan asap pertama pada 28 Juni 2026 lalu.
Merespons situasi tersebut, KLH/BPLH mendesak para kepala daerah untuk patuh pada instruksi pencegahan dari pemerintah pusat guna meredam dampak buruk cuaca panas ekstrem.
Diaz turut mengapresiasi dukungan Kementerian Kehutanan yang telah menerjunkan pasukan Manggala Agni untuk membantu menjinakkan api karena berpengalaman mengatasi kebakaran lahan gambut.
Baca Juga: Target Rampung 2032, Pembangunan Fisik Dua Kapal Selam Scorpene Indonesia Resmi Dimulai
Kementerian KLH/BPLH sendiri telah melakukan sejumlah upaya penanganan, termasuk memonitor area kebakaran menggunakan drone serta memantau kualitas udara di sekitar kawasan TPA.
"Kami sudah minta dilakukan koordinasi dengan pihak bandara dan pihak TNI AU agar bisa melakukan monitoring analisa melalui drone secara berkala. Kami juga sudah deploy 2 mobile monitoring system untuk memonitor beberapa hal seperti SO2 (sulfur dioxide), NO2 (nitrogen dioxide), PM 10, PM 2.5 yang kita lihat sudah di atas baku mutu," imbuh Diaz.
Editor : Aditya Novrian