JAKARTA, RADAR BATU – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar pertemuan dengan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) untuk membahas perkembangan ekonomi di tengah melemahnya nilai rupiah pada Sabtu (6/6) pagi.
Pertemuan yang digelar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta itu menghasilkan sejumlah evaluasi dan kesepakatan untuk memperkuat nilai tukar rupiah. Dalam pembicaraan tersebut, hadir Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, dan Gubernur BI Perry Warjiyo.
Baca Juga: Usia Pensiun hingga Soal Jabatan dalam Revisi UU Polri yang Akan Dibahas Pekan Depan
"Pada hari ini, DPR RI sengaja bertemu dengan teman-teman dari lembaga otoritas moneter maupun kebijakan fiskal, serta dari pihak pemerintah, untuk mengadakan evaluasi terkait perkembangan ekonomi kita, sekaligus melakukan koordinasi untuk menjadikan fiskal dan moneter bisa saling mendukung agar ekonomi bisa membaik pada saat ini " kata Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.
Pertemuan tersebut difokuskan untuk menghasilkan sejumlah kesepakatan terkait langkah menguatkan koordinasi antara kebijakan pemasukan pengeluaran negara dengan kebijakan keuangan. Diharapkan, selarasnya kedua kebijakan tersebut dapat membuat rupiah lebih stabil.
Baca Juga: Buntut Undangan Keliru, 214 Penerima Bansos Balik Kanan
“Dengan kebijakan yang lebih bagus nantinya, kita akan melihat rupiah yang lebih stabil sehingga para pedagang tahu tempe dan ibu-ibu rumah tangga juga bisa merasakan harga yang lebih baik dan tidak lagi mengalami beban yang terlalu signifikan,” kata Purbaya.
Sebelumnya, Mensesneg menegaskan bahwa pemerintah dan otoritas terkait masih terus berupaya untuk menguatkan kembali nilai rupiah. Ia menyebut, komunikasi intens yang selama ini dilakukan merupakan salah satu upaya yang tengah dijalani.
"Bukan berarti kalau kita adakan komunikasi intens lalu belum menghasilkan seperti yang diharapkan, kemudian kita tidak ada komunikasi lagi kan enggak begitu juga. Ini semua bagian dari upaya," kata Prasetyo.
Baca Juga: Tiga Kandidat Sekda Kota Batu Lolos Seleksi Terbuka, Kini Menunggu Keputusan Wali Kota
Ia menambahkan, banyak faktor yang turut memengaruhi nilai tukar rupiah, termasuk ketergantungan pada impor.
"Kemandirian ekonomi kita juga memengaruhi kekuatan mata uang kita. Ada beberapa sektor yang masih ketergantungan impor, itu juga akan memengaruhi. Makanya ini tidak bisa berdiri sendiri," tutur dia.
Oleh karena itu, ia menekankan perlunya kerja sama antarsemua pihak dalam menangani masalah terkait ekonomi ini.
Editor : Aditya Novrian