PEKALONGAN, RADAR BATU – Peristiwa seorang santriwati yang melahirkan tanpa berhubungan dengan laki-laki sempat menggegerkan masyarakat dan banyak dibicarakan di media sosial. Pasalnya, pihak keluarga mengaitkan kehamilan santriwati tersebut dengan mimpi yang dialaminya. Hal tidak masuk akal tersebut yang menjadikan kasus ini disorot publik.
Berdasarkan perkembangan terbaru, terungkap beberapa fakta terkait peristiwa kehamilan santriwati yang dianggap mukjizat Tuhan tersebut.
Baca Juga: Kurban Pakai APBN Tidak Masalah karena Sama dengan Baitul Mal
Keluarga Sebut Santriwati Terpuruk
Kasus santriwati berinisial F tersebut telah menyita perhatian publik. Slamet, ayah F menyebut kondisi putrinya semakin terganggu akibat atensi dan spekulasi yang beredar. Ia dan keluarganya memilih pasrah kepada kehendak Tuhan untuk putrinya.
"Keluarga kami sudah meyakini memang begitulah yang terjadi. Orang boleh tidak percaya, tapi kami menerima ini sebagai takdir Allah. Yang penting sekarang, anak kami bisa kembali tenang," kata Slamet, Rabu (27/5).
Baca Juga: Jangan Asal Ikut Tren, Berikut Tips Memilih Skincare yang Aman dan Sesuai Jenis Kulit
Kejadian Tidak Biasa
Slamet mengatakan, meski tidak lagi mengalami menstruasi sejak September 2025, putrinya tidak menunjukkan tanda-tanda kehamilan. Ia menyebut perut putrinya hanya tampak membesar ketika menjelang waktu Maghrib hingga Isya.
Ia sempat berkali-kali memastikan kondisi putrinya, tetapi F membantah pernah berhubungan dengan laki-laki.
Sempat Menempuh Pendidikan di Pesantren
F diketahui pernah menempuh pendidikan di sebuah pesantren di Kecamatan Buaran sejak lulus MTs. Hal itulah yang membuat keluarga percaya karena merasa lingkungan pesantren yang memiliki pengawasan ketat terhadap para santri.
Baca Juga: Wisata di Kota Batu Ini Mulai Banyak Diburu Anak Muda karena View-nya
Telah Melahirkan Bayi Laki-Laki
F telah melahirkan anak yang dikandungnya pada 13 Desember 2025 lalu. Diketahui, anak tersebut berjenis kelamin laki-laki dan lahir secara normal. Imaamah Muqodassah, dokter yang menangani persalinan F membenarkan informasi tersebut.
"Pasien melahirkan dalam usia kandungan sekitar 39 minggu. Secara medis, kelahiran itu merupakan persalinan pertama, tanpa riwayat keguguran sebelumnya," kata Imaamah.
Baca Juga: Cuma di Kota Batu, Kamu Bisa Healing dengan Suasana Seadem Ini
Diduga Berkaitan dengan Kasus Pencabulan di Pesantren
Di sisi lain, mencuat ke publik kasus pencabulan yang dilakukan pengasuh pondok pesantren tempat F pernah belajar. Organisasi masyarakat yang menerima laporan dari puluhan korban dan menggerebek pesantren menduga keterkaitan dua perkara tersebut.
"Jumlah korban itu belum termasuk santriwati yang pernah viral karena hamil dan melahirkan, yang juga diduga berkaitan dengan kasus tersebut," katanya.
Editor : Aditya Novrian