Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Pilih Penyesuaian, Mendikti Pastikan Tidak Menutup Program Studi yang Dianggap Tak Relevan

Fasya Mumtahanah • Kamis, 30 April 2026 | 22:00 WIB
JURUSAN YANG DIANGGAP TIDAK RELEVAN: Tidak Akan Dihapus, Namun Disesuaikan agar Tetap Relevan dengan Kebutuhan Industri. (Sumber: Istimewa)
JURUSAN YANG DIANGGAP TIDAK RELEVAN: Tidak Akan Dihapus, Namun Disesuaikan agar Tetap Relevan dengan Kebutuhan Industri. (Sumber: Istimewa)

JAKARTA, RADAR BATU – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yulianto menjelaskan tidak akan ada penutupan program studi (prodi) di perguruan tinggi. Brian menegaskan tindakan yang diambil kementerian pada jurusan yang dinilai sudah tidak relevan dengan lapangan pekerjaan adalah penyesuaian agar tetap sesuai dengan kebutuhan di masa depan.

“Jadi alih-alih menutup prodi, yang kita dorong adalah bersama-sama dengan perguruan tinggi itu membuat supaya prodi ini meng-update secara berkala relevansi antara apa yang diajarkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” kata Brian pada Rabu (29/4).

Baca Juga: Menteri PPPA Minta Maaf usai Mengusulkan Pemindahan Gerbong Wanita: Keselamatan Seluruh Masyarakat Nomor Satu

Menurut dia, perkembangan teknologi yang ada telah mengubah karakter keilmuan dari waktu ke waktu.

"Dalam artian program studi kita dorong ya untuk terus melakukan update pengetahuan yang diajarkan. Jadi misalnya ya jurusan elektro zaman dulu dengan elektro zaman sekarang kan berbeda. Sekarang dulu belum ada IoT, sekarang ada IoT," katanya.

Baca Juga: Dua Desa di Kota Batu Kompak Tagih Komitmen Pelestarian Sumber Air, Giripurno Beri Deadline Seminggu, Sumberbrantas Tuntut Penghentian

Brian juga menambahkan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) tersebut juga menghasilkan lapangan industri baru yang memerlukan atensi perguruan tinggi.

"Jadi industri maupun perkembangan saintek teknologi itu kemudian menjadi referensi bagi setiap program studi yang ada di Indonesia untuk melakukan terus-menerus perbaikan. Ini yang disebut sebagai continuous improvement ya," katanya.

Baca Juga: Kepergok Pemilik Rumah, Maling Motor di Junrejo Kota Batu Nyaris Dimassa

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Badri Munir Sukoco merencanakan penutupan prodi yang tidak relevan dengan kebutuhan industri.

Hal itu disampaikannya dalam Simposium Nasional Kependudukan Tahun 2026 di Kabupaten Badung, Bali, pada Kamis (23/4) lalu.

Baca Juga: Kuota Minyakita untuk Pedagang Pasar Induk Among Tani Kota Batu Bertambah

Salah satu prodi yang dimaksud Badri adalah jurusan-jurusan keguruan atau kependidikan. Alasannya, jurusan tersebut mencetak 490.000 sarjana keguruan, sementara kebutuhan calon guru di Indonesia hanya 20.000 orang.

“Nanti mungkin ada beberapa yang harus kami eksekusi dalam waktu tidak terlalu lama terkait dengan prodi-prodi, perlu kita pilih, kita pilah, dan kalau perlu ditutup untuk bisa meningkatkan relevansi,” kata Badri.

Editor : Aditya Novrian
#jurusan #prodi #mendikti #perguruan tinggi